Senin, 22 Februari 2016

Gedung BNI KLN Jembatan Merah Surabaya

Koridor Jalan Rajawali merupakan salah sau bagian dari pola jalan kota lama. Dulunya jalan ini bernama Heerenstraat. Heerenstraat berasal dari bahasa Belanda, yang merupakan gabungan dari kata Heeren dan Straat. Heeren berarti Tuan Besar, dan Straat artinya jalan.
Koridor Jalan Rajawali yang terletak di ujung sebelah barat Jembatan Merah, dulu merupakan pusat bongkar muat barang dari kapal-kapal yang berlayar menyusuri Kali Mas. Selain menjadi pusat bongkar muat, Jalan Rajawali ini juga berkembang menjadi pusat kegiatan perdagangan utama pada tahun 1900. Sebelumnya daerah ini juga menjadi pusat permukiman orang-orang Eropa. Banyak penguasa dan pengusaha yang tinggal di sini. Itulah kenapa jalan ini pada awalnya dikenal sebagai Heerenstraat, karena banyak ‘tuan-tuan’ yang tinggal di situ.


Karakteristik Jalan Rajawali sebagai pusat perdagangan utama pada saat itu terlihat dari adanya deretan bangunan perkantoran dan perdagangan dengan gaya arsitektur yang khas dan beragam yang masih terlihat kondisi eksistingnya sampai saat ini, di antaranya adalah Gedung Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Layanan (KLN) Jembatan Merah. Gedung BNI ini terletak di Jalan Rajawali No. 10 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada pada pertemuan Jalan Kasuari dengan Jalan Rajawali, atau tepat berada di di sebelah selatan gedung Eks De Javasche Bank.
Sesuai dengan plakat kuningan yang terpasang dinding bagian depan, diketahui bahwa gedung ini dibangun pada tahun 1920. Awalnya, gedung ini merupakan salah satu bangunan milik NV Borneo Sumatra Handel Maatschappij (Borsumij) atau Kantoorgebouw van de Borneo Sumatra Handel Maatschappij te Soerabaja. Borsumij merupakan salah satu perusahaan Belanda yang masuk dalam the Big Five. Perusahaan ini sejak tahun 1894 telah beroperasi di Hindia Belanda. Kegiatannya terutama berada pada bidang perindustrian yang dapat kita lihat dari anak perusahaannya, seperti NV Pers & Stampwerfabr Ngagel (pabrik kaleng), NV Jacatra (pabrik kulit), NV Asbest (pabrik asbes), NV Ligvoet (pabrik ubin), NV Fiscal C.W. (perakitan sepeda), NV Soerabaja (pabrik aki), NV Oranje Brouwerij (pabrik bir), NV Nebritex (pabrik tekstil), dan beberapa apotek.
Karena Borsumij merupakan salah satu perusahaan konglomerasi yang cukup terkenal di Hindia Belanda, maka banyak bangunan yang didirikan olehnya. Entah itu digunakan untuk kantor maupun gudang-gudang termasuk juga di Surabaya ini. Salah satunya yang sekarang digunakan untuk BNI KLN Jembatan Merah ini.
Di lihat dari muka bangunannya (fasade), gedung BNI ini masih dipengaruhi oleh gaya arsitektur Neo-Klasik di Eropa. Ciri yang bisa dilihat adalah penggunaan atap dan menara yang menyatu dengan bangunan yang dilengkapi dengan dormer (jendela di atap).
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/251/402.1.04/1996, gdung BNI ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan nomor urut 30 dengan sebutan arsitektur bangunan kolonial sebagai penunjang kawasan kota lama. *** [020815]

0 komentar:

Posting Komentar