Jumat, 28 Juli 2017

Gedong Gitoswandhono

Kompleks Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terdiri dari banyak bangunan yang berdiri di atas lahan yang luas. Bangunan-bangunan yang didirikan oleh pihak kraton mempunyai nama-nama dan latar belakang sendiri-sendiri, di antaranya Gedong Gitoswandhono. Gedong ini terletak di Jalan Sasono Mulyo, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi gedong ini berada di sebelah barat Kori Kamandungan.


Penulis menemukan nama bangunan tersebut berdasarkan prasasti yang menempel di bangunan tersebut. Prasasti itu bertuliskan aksara Jawa yang diikuti aksara Latin di bawahnya, yaitu Gedong Gitoswandhono. Gedong Gitoswandhono terbentuk dari gabungan tiga kata: gedong, gito, dan swandhono. Gedong, atau gedhong sendiri berarti gedung. Sedangkan, dua kata berikutnya diterangkan di dalam Kamus Kawi-Jawa (Winter & Ranggawarsita, 1994), yakni gito atau gita memiliki arti rikat, énggal dan swandhono atau swandana berarti réta. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, rikat  berarti cepat, dan énggal artinya segera serta réta bermakna kereta kuda. Jika digabung menjadi gitoswandhono, itu artinya kereta kuda yang berfungsi untuk mempercepat atau menyegerakan menuju atau kembali dari tempat tujuan. Jadi, Gedong Gitoswandhono itu merupakan tempat menyimpan atau garasi kereta kuda milik Sang Raja.


Latar belakang pemberian nama Gedong Gitoswandhono di kompleks Kraton Kasunanan Surakarta tersebut berdasarkan keadaan pada waktu pembangunan gedong tersebut. Kala itu di Nusantara belum mengenal mobil. Oleh karena itu namanya menggunakan swandhono.
Bangunan Gedong Gitoswandhono ini bentuknya memanjang dari timur ke barat, dan memiliki 7 pintu  yang lumayan besar dan berwarna biru muda. Letak antara pintu yang satu dengan pintu yang lainnya diberi jarak, agar supaya dalam meletakkan kereta kudanya tidak terlalu sempit.
Sekarang ini, sudah tidak terlihat aktivitas mengeluarkan dan memasukkan kereta seperti masa silam. Hal ini salah satunya karena sudah tergantikan oleh mobil. Gedong tersebut sebagian digunakan sebagai garasi mobil milik Kraton Kasunanan Surakarta. Kereta kuda yang tempo doeloe melegenda, sekarang menjadi pajangan bagi pengunjung kraton yang ingin melihatnya. Kereta kuda atau biasa dikenal dengan sebutan Kereta Kencana tersebut, hanya dikeluarkan bila ada upacara atau acara tertentu yang berkaitan dengan Kraton Kasunanan Surakarta. *** [240617]

0 komentar:

Posting Komentar