Sabtu, 26 Mei 2012

Museum House of Sampoerna

Museum House of Sampoerna (HoS) terletak di Taman Sampoerna 6 Surabaya. Museum ini menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Mulai dari kisah hidup pendiri Sampoerna, serta perkembangan bisnis Sampoerna, sampai melihat dari dekat fasilitas produksi rokok lintingan tangan yang dilakukan oleh lebih dari 400 wanita melinting rokok dengan kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam.


Terletak di “Surabaya Lama”, kompleks bangunan bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan kompleks bersejarah yang dilestarikan.


Awalnya digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama.
Kompleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan lebih kecil di sayap timur dan barat serta beberapa bangsal luas berlantai satu di belakang auditorium sentral. Bangunan di kedua sayap auditorium kemudian diubah menjadi tempat kediaman keluarga, sementara bangsal-bangsal besar yang menyerupai gudang dimanfaatkan untuk pengolahan tembakau dan cengkeh, peracikan, pelintingan dan pengepakan, percetakan serta pemrosesan barang jadi.
Sampai saat ini, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi merek kretek terkemuka di Indonesia, Dji Sam Soe. Memperingati ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah dipugar dengan seksama dan saat ini terbuka untuk masyarakat umum.
Auditorium sentral saat ini difungsikan sebagai museum dan toko cindera mata. Sayap timur telah disulap menjadi suatu bangunan unik yang menaungi sebuah kafe dan galeri seni. Bangunan di sayap barat tetap dipertahankan sebagai kediaman resmi keluarga Sampoerna.
Perlu diketahui, Sampoerna didirikan dengan bertumpu pada usaha tembakau dan cengkeh. Perusahaan ini termasuk salah satu produsen rokok kretek (tembakau dan cengkeh), sebuah produk khas Indonesia, tertua dan terbesar.
Pada tahun 1913, seorang imigran asal Cina, Liem Seeng Tee, memulai usahanya dengan memproduksi dan menjual rokok kretek tangan di rumahnya di Surabaya. Usaha kecilnya itu merupakan salah satu yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek pertama. Setelah berhasil mengembangkannya, Sampoerna berkembang menjadi salah satu perusahaan ternama di Indonesia. *** [060512]

0 komentar:

Posting Komentar