Jumat, 18 Mei 2012

Museum Airlangga

Museum Airlangga terletak di Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Awalnya, museum ini bernama Museum Tirtoyoso karena berada di areal pemandian Tirtoyoso (Kuwak) Kota Kediri yang berada di Jl. Ahmad yani dan bersebelahan dengan Stadion Brawijaya. Bangunan awal museum pada zaman Belanda ini sangat unik dengan gapuranya yang berhias kalamakara. Seiring berjalannya waktu, kondisi museum benar-benar menyedihkan dan sangat rawan pencurian, hingga pada akhirnya ada tukar guling lahan antara PT. Gudang Garam dengan Pemkot Kediri di dekat Goa Selomangleng.
Goa Selomangleng ditemukan secara tak sengaja oleh warga sekitar. Goa yang terdiri dari tiga ruang ini menurut cerita adalah tempat pesanggrahan Dewi kilisuci, Putri Raja Airlangga. Konon, Goa Selomangleng tempat muksa Dewi Kilisuci. Di dalam goa tersebut terdapat relief yang menceritakan kehidupan Dewi Kilisuci saat dilamar Prabu Kelono Siwandono, Raja Bantar Angin. Juga relief Patih Buto Luhcoyo yang setia mendampingi Dewi Kilisuci.



Namun, sejak pindah di kawasan Selomangleng, tepatnya di Jl. Mastrip No. 1 Selomangleng ini, pada tahun 1990 museum ini berganti nama menjadi Museum Airlangga untuk mengenang jasa dan kejayaan Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan.



Kawasan Goa Selomangleng di mana Museum Airlangga berada, terletak di daerah bukit Gunung Klotok yang berhawa sejuk, latar belakang perbukitan dan Gunung Wilis menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin  menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

Koleksi Museum Airlangga 


Di museum ini terdapat banyak tetirah atau situs bersejarah yang menggambarkan peradaban masyarakat Kediri dan sekitarnya. Situs ini berupa patung atau arca, alat-alat pertanian, hingga peninggalan masa kejayaan Raja Airlangga. *** [190112]

0 komentar:

Posting Komentar