Situs Liang Bua (1)

Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai

Kampung Adat Bena (2)

Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada

Rumah Retret Kemah Tabor (3)

Mataloko, Kab. Ngada

Danau Kelimutu (4)

Desa Pemo, Kec. Kelimutu, Kab. Ende

Museum Tenun Ikat (5)

Jl. Ir. Soekarno, Kota Ratu, Ende Selatan, Ende

Sabtu, 23 Juli 2016

Stasiun Kereta Api Talun

Stasiun Kereta Api Talun (TAL) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Talun, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya yang berada pada ketinggian + 244 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kelas 3 atau stasiun kecil yang ada di Kabupaten Blitar. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun RT.02 RW.01 Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Kantor Camat Talun, atau selatan lampu merah Talun.
Bangunan Stasiun Talun ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen-Malang sepanjang 74 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, yang dimulai pada tahun 1896, dan selesai pada tahun 1897.


Proyek jalur kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen-Malang ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Timur jilid 2 (Oosterlijnen-2). Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan dua arah. Setelah jalur rel Kediri-Tulungagung-Blitar selesai pada 1884, maka dilanjutkan pembangunan jalur rel Blitar-Wlingi sepanjang 19 kilometer yang diresmikan pada 10 Januari 1896.
Pembukaan jalur kereta api Blitar-Wlingi ini juga merupakan hasil dari desakan yang telah disampaikan oleh para pengusaha yang tergabung dalam Blitarsche Landbouwvereeniging pada 10 Oktober 1889. Dengan demikian sejak itu pengangkutan produk perkebunan dengan kereta api dari Blitar ke Surabaya dapat juga melalui Kepanjen dan Malang. Pada 1900 hampir semua kota-kota di Jawa Timur sudah dihubungkan dengan baik oleh jalur kereta api dan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas Belanda di Blitar. Dengan tersedianya jaringan kereta api tersebut, wilayah Blitar dapat memiliki akses menuju pelabuhan atau pusat layanan ekspor.


Perlu diketahui bahwa wilayah Blitar pada waktu itu dikembangkan menjadi pusat industri perkebunan, yang berada di lereng Gunung Kelud, dan lembah Sungai Brantas. Pada awalnya terdapat ratusan perkebunan yang berhasil dikembangkan oleh orang-orang Eropa tetapi pada 1939 tercatat 45 perusahaan perkebunan dengan tanaman budidaya kopi, karet, kina, tembakau, kapuk, singkong, dan kelapa.
Stasiun Wlingi memiliki 3 jalur. Jalur 2 digunakan untuk jalur sepur lurus yang menuju ke arah barat (Stasiun Garum) maupun ke arah timur (Stasiun Wlingi). Jalur 1 dan 3 digunakan untuk jalur langsiran kereta api di kala intensitas kereta api lumayan padat, atau pas ada simpangan kereta api di jalur tersebut.
Dari tiga jalur tersebut, terdapat 2 peron. Satu peron sisi yang rendah dan 1 peron pulau yang rendah juga. Pada semua peron ini tidak dinaungi atap seng seperti kebanyakan pada stasiun yang berada di kecamatan.
Namun demikian, stasiun ini masih tergolong beruntung karena masih disinggahi KA Penataran, sehingga setiap harinya masih tampak adanya aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang. *** [170716]

Stasiun Kereta Api Cibeber

Stasiun Kereta Api Cibeber (CBB) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Cibeber, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung yang berada pada ketinggian + 456 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kelas 3 atau stasiun kecil yang ada di Kabupaten Cianjur. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Lokasi stasiun ini berada di sebelah utara Pasar Cibeber ± 300 meter, atau sebelah barat palang kereta api Cibeber.


Bangunan Stasiun Cibeber ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Sukabumi-Cianjur-Bandung sepanjang 99 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, yang dimulai pada tahun 1883, dan selesai pada tahun 1884.
Proyek jalur kereta api Sukabumi-Cianjur-Bandung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat pertama (Westerlijnen-1), dan merupakan jalur kereta api dengan medan berupa lembah maupun pegunungan (berglijn) dengan kemiringan bisa mencapai maksimum 40/₀₀. Kondisi ini yang kerap menyebabkan jalur ini terkadang sepi lantaran terjadi longsor. Bila terjadi longsor, Stasiun Cibeber ini praktis akan sepi karena tidak ada kereta yang bisa lewat.


Stasiun Cibeber memiliki 2 jalur. Jalur 2 digunakan untuk jalur sepur lurus yang menuju ke arah barat (Stasiun Lampegan) maupun ke arah utara (Stasiun Cilaku). Jalur 1 digunakan untuk jalur langsiran kereta api, atau pas ada simpangan kereta api di jalur tersebut.
Dari dua jalur tersebut, terdapat 2 peron. Satu peron sisi yang rendah dan 1 peron pulau yang rendah juga. Pada semua peron ini tidak dinaungi atap seng seperti kebanyakan pada stasiun yang berada di kecamatan.
Namun demikian, stasiun ini masih tergolong beruntung karena masih disinggahi kereta api, sehingga setiap harinya masih tampak adanya aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang. *** [080616]

Jumat, 15 Juli 2016

Stasiun Kereta Api di Klaten

Berikut ini adalah stasiun yang masih menunjukkan arsitektur lawas di Klaten. Stasiun-stasiun ini diurutkan dari arah utara ke selatan:

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun ini terletak di Jalan Ngeseng, Dusun Ngeseng, Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun Kereta Api Ketandan
Stasiun ini terletak di Jalan Raya Yogya-Solo, Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun ini terletak di Jalan K.H. Samanhudi No. 53, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun Kereta Api Srowot
Stasiun ini terletak di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun Kereta Api Brambanan
Stasiun ini terletak di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Stasiun Kereta Api Sukoharjo

Stasiun Kereta Api Sukoharjo (SKH) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sukoharjo, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 98 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api kelas 3 atau kecil.


Stasiun ini terletak di Jalan Bima, Dusun Larangan RT.03 RW.02 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah timur SDN Gayam 5 Sukoharjo, dan tidak begitu jauh dengan Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo.
Bangunan Stasiun Sukoharjo ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Solokota-Wonogiri-Baturetno yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik swasta di Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, dari tahun 1922 dan selesai pada tahun 1923, sepanjang 51 kilometer.


Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur saja. Jalur 1 dan jalur 2 terhubung dalam persilangan di sebelah selatan maupun utara stasiun. Karena untuk jalur ini masih single track. Jalur yang ke utara menuju ke Stasiun Solo Kota, dan jalur yang ke selatan menuju ke Stasiun Pasar Nguter.
Stasiun ini tergolong sepi karena hanya dilewati oleh railbus Bathara Kresna saja, dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri dan sebaliknya. *** [110716]

Kamis, 16 Juni 2016

Stasiun Kereta Api di Tulungagung

Berikut ini adalah stasiun yang masih menunjukkan arsitektur lawas di Tulungagung. Stasiun-stasiun ini diurutkan dari arah utara ke selatan terus ke timur:

Stasiun Kereta Api Ngujang
Stasiun ini terletak di Jalan Raya Ngantru, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Pangeran Antasari No. 7 Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Tulungagung-Blitar, Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbegembol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Tulungagung-Blitar, Lingkungan 06 Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Tulungagung-Blitar, Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur

Stasiun Kereta Api di Blitar

Berikut ini adalah stasiun yang masih menunjukkan arsitektur lawas di Blitar. Stasiun-stasiun ini diurutkan dari arah barat ke timur:

Stasiun ini terletak di Jalan Mastrip No. 75, Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur

Stasiun Kereta Api Garum
Stasiun ini terletak di Desa Sumberdiren, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Pohgajih, Desa Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Rabu, 15 Juni 2016

Stasiun Kereta Api di Malang

Berikut ini adalah stasiun yang masih menunjukkan arsitektur lawas di Malang. Stasiun-stasiun ini diurutkan dari arah utara ke selatan terus ke barat:

Stasiun ini terletak di Jalan Thamrin, Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto-Stasiun Blimbing, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Trunojoyo No. 10 Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Kolonel Soegiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun RT. 15 RW. 03 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Banurejo, Desa Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun Ngebruk-Sumberpucung, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur