Setengah
hari diajak keliling Kota Malang dengan sepeda motor oleh teman memang
menyenangkan. Selain membuat fresh
usai seminggu suntuk melakukan pekerjaan kantor, juga memberi wawasan geografis
baru mengenai Kota Malang. Kotanya ramai, sejuk, dan yang tak kalah menariknya
adalah banyaknya bangunan lawas di
daerah tersebut. Hal ini wajar karena pada saat saya bertandang ke sana, sedang
ada Karnaval memperingati 101 tahun Kota Malang.
Salah
satu yang terlewati saat membonceng sepeda motor matic adalah bangunan lawas
bernama Pabrik Rokok PT. Banyu Biru yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim
No. 2 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.
Lokasi pabrik rokok ini berada di pusat kota, yang tidak begitu jauh dengan
Alun-Alun Kota Malang atau GPIB Immanuel, atau posisinya berada di belakang
Hotel Riche.
Perusahaan
rokok PT. Banyu Biru Malang didirikan pada 28 Maret 1958 dengan akte pendirian
No. 503/A/I/b/17 oleh Soeryo Sutanto. Awalnya, hanya memperkerjakan 19 orang
saja untuk memproduksi rokok sigaret kretek (SKT), yaitu pembuatan atau
pelintingan yang dilakukan dengan tangan.
Karena usianya semakin uzur, Soeryo Sutanto menyerahkan pengelolaan usaha yang didirikan tersebut kepada anak laki-lakinya yang bernama Drs. Hendrawan Sutanto. Setelah pimpinan perusahaan dipegang oleh Hendrawan Sutanto, perusahaan memperluas jenis produksinya dengan memproduksi rokok sigaret filter atau dikenal dengan sigaret kretek mesin (SKM).
Pada
saat ini, perusahaan telah mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 200-an orang
yang terbagi pada dua pabrik dan menempati beberapa bagian. Sedangkan, usaha
yang telah dijalankan ini telah mendapatkan izin usaha dari pemerintah dengan
nomor Izin Usaha Tetap sesuai dengan Surat Keputusan (SK) No. 339/Dja/IUT-1/Non-PMA
PMSN/XI/90.
Pada
saat ini, Pabrik Rokok PT. Banyu Biru Malang memproduksi 2 jenis rokok, yaitu
rokok kretek dan rokok filter dengan menggunakan 5 cap, cap yang satu dengan
yang lainnya mempunyai perbedaan, baik mengenai rasa, jenis pembungkusannya
maupun harganya. Rokok-rokok yang diproduksi oleh perusahaan rokok ini dilabeli
dengan merek: BB King Size, Harummanis
Spesial 12, Korvet Filter 12, Korvet Filter 16, Harummanis Super Star, dan
Harummanis Super Merah.
Pabrik
Rokok PT. Banyu Biru Malang memang tidak sebesar dan setenar dengan perusahaan
rokok yang telah akrab di telinga kita, seperti: H.R. Sampoerna, Bentoel,
Gudang Garam maupun Djarum, akan tetapi dilihat dari pemasarannya, perusahaan
rokok ini sesungguhnya memiliki pangsa pasar tersendiri karena karakteristik
penggemar rokok tersebut. Pemasaran rokok produksi PT. Banyu Biru ini telah
merambah Palembang, Lampung, Sukabumi, Bandung, Garut, Pontianak, Banjarmasin,
Palu, Manado, dan Mataram. *** [250415]












