The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan

Daftar Bangunan Kuno di Manggarai

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Manggarai:

Situs Liang Bua
Situs ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur


Share:

Daftar Bangunan Kuno di Alor

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Alor:

Masjid At-Taqwa Lerabaing
Masjid ini terletak di Desa Wakapsir, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Share:

Daftar Bangunan Kuno di Kupang

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Kupang:

Museum Daerah Nusa Tenggara Timur
Museum ini terletak di Jalan Frans Seda, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur


Share:

Daftar Bangunan Kuno di Ngada

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Ngada:

Kampung Adat Bena
Kampung Adat Bena terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Rumah Retret Kemah Tabor Mataloko
Rumah retret ini terletak di Jalan Trans Flores Bajwa-Ende, Desa Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu
Seminari ini terletak di Kelurahan Todabelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Share:

Daftar Bangunan Kuno di Manggarai Timur

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Manggarai Timur:

Danau Ranamese Manggarai Timur
Danau ini terletak di Jalan Ruteng-Borong, Desa Golo Loni, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Share:

Daftar Bangunan Kuno di Ende

Berikut ini adalah daftar bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Ende:

Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Katedral Ende
Gereja ini terletak di Jalan Katedral No. 5 Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Percetakan Arnoldus Ende
Gedung Percetakan ini terletak di Jalan Katedral No. 5 Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Situs Rumah Pengasingan Bung Karno
Rumah pengasingan ini terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Taman Nasional Kelimutu
Secara administratif lokasinya berada di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Detsuko, Kecamatan Wolowaru, dan Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Taman Renungan Bung Karno
Taman renungan ini terletak di Jalan Soekarno, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Share:

Asal Usul Kabupaten Manggarai

Sejak dahulu kala Pulau Flores, khususnya Kabupaten Manggarai sekarang, telah menarik minat banyak suku bangsa pelaut di Nusantara ini. Mulai dari orang Bima hingga orang Goa di Sulawesi Selatan. Para pelaut dan pedagang sangat tertarik dengan hasil laut dan hasil bumi Flores Barat.
Keadaan alam Flores Barat yang selalu hijau karena ditutupi hutan lebat sudah diduga pasti kaya akan hasil bumi. Dugaan para pedagang waktu itu memang tidak keliru.
Kopi robusta atau arabica hasil utama Kabupaten Manggarai sekarang adalah bukti dari kebenaran dugaan pedagang Goa tempo dulu. Waktu para pedagang Goa ingin menginjakkan kaki di pantai utara Flores Barat, nama tempat itu belum dikenal. Hingga pada suatu saat, sebuah perahu Goa atau lebih dikenal dengan perahu Bugis berusaha berlabuh di salah satu pantai Flores Barat.
Tetapi tiba-tiba turunlah hujan deras disertai angin rebut. Laut seolah-olah marah dan mengamuk. Perahu para pelaut Goa itu mulai diombang-ambingkan ke sana ke mari. Akhirnya juragan perahu itu memutuskan untuk membuang sauh agar dapat bertahan. Namun usaha ini ternyata sia-sia. Gelombang makin mengganas dan akhirnya tali sauh itu putus.
Maka untuk menyelamatkan diri, niat berlabuh ke pantai utara Flores Barat itu diurungkan. Juragan perahu dan semua anak buahnya memutuskan untuk kembali. Mereka mengembangkan layar dan kembali ke daerah asal mereka yaitu Goa di Sulawesi Selatan. Mereka kembali dengan tangan hampa.
Setibanya di Goa, mereka disambut gembira oleh keluarga yang ditinggalkan. Semua warga desa pelabuhan Goa yang adalah sesame pelaut juga menyambut mereka dengan gembira. Para pelaut dan pedagang di Goa berharap bahwa ada berita baru tentang pulau baru yang kaya hasil bumi yang dituju oleh perahu yang baru kembali.
Akan tetapi, mereka segera heran bercampur haru menyaksikan keadaan perahu dan anak buahnya yang tampak lesu. Banyak cat di badan perahu itu terkelupas. Sauh perahu sudah tidak ada. Ada beberapa bagian layar tersobek-sobek. Banyak pula barang dan alat di perahu itu morat-marit letaknya. Semua ini merupakan pertanda bahwa perahu ini baru saja dilanda bencana. Tidak salah dugaan mereka. Setelah turun ke darat, para awak perahu yang naas itu menceritakan semua pengalaman buruk yang baru saja dialami.
Para keluarga dan tetangga lalu bertanya di mana bencana itu terjadi. Akan tetapi para awak perahu naas itu tidak dapat menjawab dengan pasti. Karena mereka memang belum tahu nama pulau itu. Mereka hanya dapat mengatakan bahwa tempat bencana itu dekat pantai sebuah pulau yang subur. Tempat di mana sauh kapal mereka putus. Konon dalam bahasa orang Goa, sauh disebut Manggar dan putus disebut Rai. Jadi dalam bahasa Goa, sauh putus disebut Manggar-rai. Lama-kelamaan di kalangan orang Goa, nama Flores Barat bahkan seluruh Pulau Flores disebut dengan Pulau Manggarai atau pulau “sauh putus”.
Nama Manggarai kemudian menyebar melalui para pelaut dan pedagang Goa ke Bima di Sumbawa, ke Solor di Flores Timur dan kemana-mana. Nama Manggarai kemudian diucapkan menjadi satu kata saja yaitu Manggarai. Nama inilah yang diwarisi hingga sekarang, termasuk sebagai nama untuk Kabupaten Daerah Tingkat II Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ***

Sumber:
Drs, A,M. FanggidaE (editor), 2002, Himpunan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur, Kupang: CV. Pengharapan Karya Abadi. Hal. 13-16.
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami