Senin, 07 Desember 2015

Danau Ranamese Manggarai Timur

Atas kebaikan sopir mobil rental yang kami tumpangi dari Ruteng, singgahlah sebentar di sebuah danau yang memiliki panorama indah, udaranya sejuk, dikelilingi hutan lebat dan subur. Danau tersebut dikenal dengan Danau Ranamese, yang menjadi objek wisata alam yang cukup menarik. Sopir melepaskan lelah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Bajawa, dan kami pun mencoba menggali informasi perihal danau tersebut dan mengambil gambar dari pinggir jalan lintas Flores untuk mengabadikan keindahan danau tersebut, dan sekaligus berpotret ria.
Danau ini terletak di Jalan Ruteng – Borong, Desa Golo Loni, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasi danau ini berada di jalur lintas Flores yang menghubungkan Ruteng-Bajawa-Ende.


Menurut sejarahnya, Danau Ranamese terbentuk karena letusan gunung berapi yang diperkirakan terjadi 400 ratusan tahun silam. Erupsi yang hebat ini mengakibatkan kawah yang ada di gunung api tersebut tertutup air membentuk sebuah danau sehingga bagian tepi danau terlihat curam. Dari segi geologi, danau ini merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan yang fenomenal dari gunung berapi Nampar Nos, atau masyarakat setempat menyebutnya dengan Gunung Ranaka.
Danau yang memiliki luas sekitar 5 hektar, kedalaman 43 meter, dan berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini adalah bagian dari Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, yang meliputi kawasan seluas 32 ribu hektar.
Kondisi geografis yang dimiliki Danau Ranamese ini, menyebabkan memiliki keanekaragaman hayati. Beragam spesies flora dan fauna, termasuk sekitar 250 spesies burung, jenis ikan, beberapa hewan mamalia, dan hutan tropis, ada di kawasan Danau Ranamese.
Suasana danau yang tenang, udara yang sejuk, dengan panorama hutan yang lebat, menjadikan danau ini sangat cocok untuk tempat berlibur atau berwisata mencari ketenangan jiwa. Sayangnya, objek wisata ini masih minim fasilitas pendukung di kawasan Danau Ranamese ini. Tidak ada warung makan, kios souvenir, perahu untuk berkeliling mengitari danau, atau peralatan memancing.
Padahal, jika kawasan Danau Ranamese ini digarap serius untuk kepariwisataan, banyak hal yang bisa dipromosikan. Selain panorama danaunya, ada pula ritual budaya khas Golo Loni yang disebut penti, yaitu upacara syukur atas hasil panen, biasanya digelar pada Agustus atau September.
Tak hanya itu, keanekaragaman hayati yang dimilikinya pun bisa mengundang para botanis untuk melakukan penelitian guna mengeksplorasi flora dan fauna yang ada di kawasan Danau Ranamese ini. *** [230915]

0 komentar:

Posting Komentar