Kamis, 10 Desember 2015

Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu

Dalam perjalanan dari Bajawa menuju Boawae, sopir rental menunjukkan sebuah bangunan seminari yang berdiri megah di tepi jalan yang dilalui. Kami cukup tertarik untuk melihat bangunan seminari yang kuno dan memiliki halaman yang cukup luas. Seminari tersebut bernama Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu, atau sering juga disebut dengan Seminari Mataloko. Seminari ini terletak di Kelurahan Todabelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasi seminari ini berada di tepi jalan Trans Flores yang menghubungkan Bajawa-Boawae-Ende, atau tepatnya berada di depan Rumah Retret Kemah Tabor Mataloko.
Seminari adalah tempat pendidikan bagi calon rohaniwan Kristiani, entah itu Kristen yang mendidik pendeta atau Katolik yang mendidik pastor. Seminari berasal dari kata Seminarium dari bahasa Latin yang terbentuk dari kata dasar semen, artinya benih. Jadi, Seminari berarti tempat penyemaian benih panggilan rohani yang ada pada seseorang.


Seminari Santo Yohanes Berkhmans merupakan seminari yang khusus mendidik siswanya untuk menjadi calon imam Katolik. Nama Yohanes Berkhmans diambil dari nama seorang pemuda yang lahir di Kota Diest, Belgia pada 13 Maret 1599. Berkhmans adalah sosok teladan sebagai pelindung kaum muda, terutama bagi para calon imam.
Menurut sejarahnya, Seminari Santo Yohanes Berkhmans ini awalnya didirikan di Kampung Sikka pada 2 Februaru 1926. Pendirinya adalah Pastor Frans Cornelissen SVD setelah memperoleh penugasan dan dukungan dari Monsinyur (Mgr) Arnold Vestraelen SVD, Uskup Kepulauan Sunda Kecil. Bersama dua pastor lainnya, Pastor Frans mulai mengelola Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Sikka dengan tujuh siswa pada awalnya. Pada tahun berikutnya (1927) siswanya bertambah 10 orang, lalu sembilan siswa lagi pada tahun 1928, hingga seluruhnya berjumlah 26 orang.
Setelah berjalan sekitar empat tahun, Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Sikka akhirnya dipindahkan ke Todabelu. Pemindahan itu bertolak dari suatu penilaian bahwa Kampung Sikka tidaklah cukup ideal untuk pengembangan seminari ke depan. Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu diberkati pendiriannya oleh Mgr Arnold Vestraelen SVD pada 15 September 1929. Sehingga, pada setiap tanggal tersebut diperingati sebagai hari berdirinya Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu.
Kompleks Seminari ini menempati lahan seluas sekitar 70 hektar, dan berhawa sejuk. Kawasan tersebut menempati wilayah administratif Kelurahan Todabelu dan Desa Mataloko. Sehingga, seminari tersebut ada juga yang menyebut dengan sebutan Seminari Todabelu atau Seminari Mataloko. Wilayah ini cocok digunakan sebagai lokasi baru lembaga pendidikan khusus menjadi imam Katolik itu. Selain itu, wilayah ini sendiri sebenarnya sejak tahun 1920 sudah berkembang menjadi pusat misi Katolik untuk wilayah Ngada. Ketika angkatan pertama seminari menengah ini tamat tahun 1932, mereka langsung melanjutkan sekolahnya ke seminari tinggi atau setingkat perguruan tinggi di kompleks seminari ini juga. Namun, sejak tahun 1937 seminari tingginya dipindahkan ke Ledalero di Kabupaten Sikka hingga sekarang. *** [240915]

0 komentar:

Posting Komentar