Jumat, 07 November 2014

Masjid At-Taqwa Lerabaing

Pulau Alor merupakan salah satu gugusan kepulauan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Letaknya di paling ujung timur dari gugusan kepulauan tersebut. Pulau yang konon dikenal juga dengan sebutan Pulau Ombai, memiliki panorama pantai dengan pasir putih indah, dan perbukitan. Tak hanya itu, ternyata Alor juga menyimpan jejak perjalanan Islam di pulau tersebut. Salah satu buktinya adalah dengan berdirinya Masjid At-Taqwa Lerabaing.
Masjid At-Taqwa Lerabaing terletak di Desa Wakapsir, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Lokasi masjid ini berada di sebelah utara perbukitan yang curam, yang berbatasan dengan Selat Ombai di sebelah selatan, sebelah baratnya merupakan perkebunan milik penduduk setempat dan sebelah timurnya berbatasan dengan sungai Erbah.


Masjid At-Taqwa Lerabaing dibangun pada masa pemerintahan Raja Kinanggi Atamalai (1619-1638) dengan bantuan Sultan Gimales Gogo dari Maluku. Sebelum kedatangan Sultan Gimales Gogo di Pulau Alor, Raja Kinanggi Atamalai masih menganut paham animisme. Kemudian pada tahun 1625, Kerajaan Kui yang dipimpin oleh Raja Kinanggi Atamalai ini diislamkan Sultan Gimales Gogo. Setelah menjadi seorang muslim, raja tersebut dengan bantuan dari Sultan Gimales Gogo mulai mengembangkan agama Islam ke seluruh wilayah Kerajaan Kui.
Pada tahun 1632 didirikanlah masjid yang digunakan sebagai pusat dakwah para pembawa syiar ketika mereka mengenalkan Islam di Kabupaten Alor melalui perniagaan. Masjid dengan konstruksi rumah panggung ini memiliki tiang-tiang penyangga yang sudah miring. Tidak diketahui dengan pasti sebab asal muasal dengan pasti miringnya tiang penyangga, namun Masjid At-Taqwa ini masih tetap berdiri kokoh meski sudah berumur ratusan tahun. Keunikan masjid ini juga terdapat pada bentuk keempat sudut atap. Model ornamen yang berbeda di sudut atap melambangkan 4 suku yang mendiami Desa Wakapsir. Warga desa setempat menyebutnya Masjid Miring Lerabaing.
Masjid yang memiliki denah empat persegi panjang ini berukuran 9,80 x 7,90 m. Pada bagian depan bangunan terdapat tangga naik ke masjid dengan tangga dari batang lontar langsung menuju ke serambi masjid. Di lingkungan masjid juga terdapat makam Sultan Gimales Gogo, penyebar Islam di Pulau Alor yang datang dari Kesultanan Ternate. ***

0 komentar:

Posting Komentar