Senin, 13 Juli 2015

Stasiun Kereta Api Babadan

Stasiun Kereta Api Babadan (BBD) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Babadan, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun yang berada pada ketinggian + 63 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kereta api yang berada di daerah paling barat di wilayah Kabupaten Madiun.
Stasiun Babadan terletak di Jalan Babadan No. 4 Desa Dimong, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di dekat tikungan Jalan Tulungrejo yang memotong jalur rel atau perlintasan sebidang.


Bangunan stasiun Babadan ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta apinya. Jalur kereta api yang melintas di stasiun Babadan ini merupakan jaringan rel kereta api yang menghubungkan Kertosono – Nganjuk – Madiun yang dikerjakan oleh Perusahaan Kereta Api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1881 dan selesai pada tahun 1882. Stasiun hampir bersamaan pembangunannya dengan stasiun Saradan.
Stasiun ini memiliki 3 jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus, dan khusus berjalan langsung kereta api. Jalur 2  digunakan khusus untuk kereta api jika terjadi persilangan, dan jalur 3 digunakan untuk parkir kereta api yang melakukan maintenance jalur rel kereta api.
Setelah ditutupnya stasiun Semawu, stasiun Babadan menjadi stasiun yang berada di daerah paling barat di wilayah Kabupaten Madiun ini. Stasiun ini terbatas hanya untuk persilangan kereta api, bukan untuk menaikan maupun menurunkan penumpang. *** [040715]

0 komentar:

Posting Komentar