Rabu, 11 Juli 2012

Museum Listrik dan Energi Baru

Gagasan pembangunan Museum Listrik dan Energi Baru (LEB) dicetuskan oleh Menteri Pertambangan dan Energi (Ginanjar Kartasasmita) pada bulan Oktober 1990, bersamaan dengan ulang tahun ke-30 OPEC (Organization Petroleum Exporting Countris), dan peringatan 100 tahun ketenagalistrikan di Indonesia.


Pembangunan museum dimulai sejak tahun 1992. Arsitektur bangunan dengan desain modern mengacu kepada bentuk tapak struktur atom yaitu satu proton yang dikelilingi oleh tiga electron, yang diaplikaskan dalam bentuk Anjungan Listrik yang dikelilingi tiga bangunan lainnya yaitu Anjungan Energi Baru, Anjungan Energi Fosil dan Anjungan Energi Konvensional.


Saat ini yang baru terealisasi pembangunannya adalah bangunan Anjungan Listrik dan Anjungan Energi Baru.
Museum LEB yang dibangun di atas tanah seluas ± 2 Ha dengan luas lantai bangunan ± 6.500 m² diresmikan pada tanggal 20 April 1995 oleh Presiden Republik Indonesia ke-2, Bapak Soeharto.

Konsep Museum
Museum Listrik dan Energi Baru merupakan museum yang inovatif dan berorientasi ke masa depan dengan mengutamakan fungsi rekreatif dan edukatifnya.
Kesan museum sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda kuno sudah tidak relevan lagi apabila kita berkunjung ke Museum LEB, di mana di Museum LEB koleksinya merupakan perwujudan dari sejarah perkembangan IPTEK Ketenagalistrikan dan Energi Baru baik masa lampau, mau sekarang dan masa yang akan datang.
Sebagai museum sains, Museum LEB diharapkan dapat mengemban fungsi untuk menyampaikan informasi teknologi kelistrikan dan energi. Dengan demikian sejarah pembangunan teknologi dan aplikasi energi di Indonesia dari masa ke masa serta semangat inovasinya dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Koleksi Peragaan
Koleksi yang diperagakan di Museum LEB diatur sedemikian rupa serta mempunyai alur cerita yang sistematis dan jelas, sehingga dapat melayani pengunjung yang beragam tingkat pengetahuan dan pengalamannya. Penyajian koleksi di ruang peraga didukung dengan teknologi mekanik dan elektronik modern (audio visual), untuk memberikan penjelasan yang interaktif, sehingga pengunjung dapat langsung berinteraksi dengan suatu peraga yang ditampilkan.

Anjungan Listrik
1.       Anjungan Listrik Lantai 1
Peragaan Reaktor Nuklir PWR merupakan peragaan utama yang ada di Anjungan Listrik, peragaan ini dibuat sesuai dengan ukuran aslinya (skala 1:1), yang menjulang dari lantai 1 sampai lantai 3.


PWR ini dijadikan sebagai peragaan utama adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa energi nuklir bukan musuh manusia tetapi juga merupakan sahabat manusia.
Selain untuk senjata pemusnah yang dikenal selama ini, nuklir juga digunakan di bidang kedokteran, pertanian, peternakan, industri dan sekarang ini di Indonesia juga sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

2.       Anjungan Listrik Lantai 2
Di sini dapat diketahui berbagai bentuk energi yang tersedia di alam dan penggolongannya, serta bagaimana proses perubahan energi ini sehingga menjadi energi yang siap pakai, mudah pemanfaatannya, bersih dan mudah didapat.


Sejarah pemanfaatan energi sepanjang peradaban manusia sampai kepada informasi sejarah penemuan listrik ditampilkan dalam bentuk panel serta replika dari percobaan-percobaan listrik yang pernah dilakukan oleh para penemu listrik seperti: Michael Faraday, Oersted, George Simon Ohm, dll beserta dengan percobaan-percobaannya.
Ruangan ini terasa sangat menyenangkan bagi pengunjung karena di sini terdapat  beberapa peragaan interaktif yang bisa dicoba langsung oleh pengunjung seperti: Percobaan Wimhurst, Tesla, Van De Graff, sepeda kinetik, dll.

3.       Anjungan Listrik Lantai 3
Di sini pengunjung bisa mempelajari bagaimana proses penyaluran listrik sehingga sampai ke konsumen (tahap pembangkitan, tahap transmisi dan tahap distribusi) dari berbagai macam sumber pembangkit (PLTA, PLTP, PLTU, PLTGU, PLTN) yang penyajian informasinya didukung dengan maket-maket pembangkit listrik yang interaktif.


Setelah melihat bagaimana proses listrik sampai ke konsumen, kita dikenalkan dengan pemanfaatan listrik di tiga sektor (Rumah Tangga, Industri dan Transportasi). Di sini juga tersedia panel informasi tentang penanganan listrik di rumah tangga yang baik dan benar.

Anjungan Energi Baru
1.       Anjungan Energi Baru Lantai 1
Peta Potensi Energi Baru di Indonesia merupakan peragaan utama di Anjungan Energi Baru. Peragaan ini memungkinkan pengunjung untuk mengetahui di daerah mana saja di Indonesia terdapat potensi energi baru.

2.       Anjungan Energi Baru Lantai 2 dan Lantai 3
Di Indonesia sekarang sedang dikembangkan pemanfaatan energi yang dapat diperbaharui seperti energi matahari, energi samudra, energi angin, energi biomassa, energi panas bumi dan energi nuklir. Energi terbarukan ini ramah terhadap lingkungan dan merupakan energi alternative pengganti energi fosil.

Peraga Luar
1.       Kompor Tenaga Surya Serba Guna
Kompor Tenaga Surya serbaguna merupakan pemanfaatan dari energy matahari yang fungsi utamanya adalah untuk memasak, bisa juga digunakan sebagai antenna parabola yang dapat menerima ± 150 saluran televise.

2.       Rumah Energi Baru/Sistem Konversi Energi Angin
Rumah ini kebutuhan energinya berasal dari energi matahari dan energi angin. Sel surya yang ada di atap rumah tersebut dapat merubah sinar matahari menjadi arus listrik (DC) di samping itu sinar matahari juga digunakan untuk memanaskan air dengan menggunakan solar water heater.
Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1.000 watt/1 Kw. SKEA ini yang menyuplai listrik di rumah energi baru.

3.       Mobil Tenaga Surya
Mobil Tenaga Surya yang ditampilkan di Museum LEB merupakan hasil karya dari Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang diberi nama Widya Wahana. Adapun yang ditampilkan di Museum LEB adalah Widya Wahana I dan II.

Ruang Cerdas Energi
Di ruang cerdas energi pengunjung dapat memainkan bermacam peragaan intraktif yang memungkinkan mereka dapat memahami beberapa fenomena/kejadian yang terjadi dengan energi dan listrik, seperti: Komputer Interaktif Kuis dan Game, Pemutaran Film Dokumenter, Harpa Ajaib, Permainan Kawat Listrik, Permainan Adu Cepat, Simulasi Konsumsi Listrik di Rumah Tangga, Generator Mini, Plasma Ball dan Elektro Statis.

Ruang Cerdas Listrik
Selama ini kita sering menggunakan berbagai macam peralatan listrik baik untuk penerangan maupun untuk membantu kita dalam mempermudah pekerjaan sehari-hari di rumah tangga. *** [050712]


1 komentar: