Selasa, 17 Juli 2012

Sejarah Garuda Indonesia

Pada tanggal 26 Januari 1949 pesawat Dakota RI 001 “Seulawah” diterbangkan dari Calcutta menuju Ranggon untuk melaksanakan misi niaganya yang membawa bendera negara RI yang mengudara di angkasa jagad raya. Peristiwa tersebut telah dijadikan hari lahirnya GIA yang baru dapat beroperasi pada tanggal 31 Maret 1950 dengan sejumlah pesawat yang diterima Pemerintah RI dari perusahaan penerbangan KLM. Armada GIA yang pertama untuk melayani jaringan penerbangan di dalam negeri terdiri dari 20 pesawat DC-30-47 dan 8 pesawat jenis PYB Catalina Amphibi, untuk melebarkan sayapnya Garuda mengadakan pembaruan armadanya yang tiba bulan Februari 1958 dan Oktober 1960 sehingga menjadi:

DC-3C-47 ……………….. 20 pesawat
Convair liner 240 ………….. 8 pesawat
Convair liner 340 ………….. 8 pesawat
Convair liner 440 ………….. 8 pesawat
De Havilsud Heron ……… 14 pesawat

Jaringan penerbangan GIA kemudian diperluas meliputi seluruh wilayah RI kecuali Irian Jaya, sedangkan keluar negeri mengjangkau kota-kota Singapura, Bangkok, dan Manila. Disebabkan alasan teknis maka seluruh pesawat De Haviland Heron dihapus dari kekuatan armada selanjutnya antara tahun 1960 dan 1966 Garuda Indonesia mendapatkan tambahan armadanya berupa pesawat-pesawat bermesin jet seperti:

Convair liner 990 A …..……... 3 pesawat
Lockheed Electra L. 188 C .… 3 pesawat
Douglass DC-8-55 ………….. 1 pesawat

Pada tahun-tahun ini GIA telah merentangkan sayapnya sampai ke Eropa dan Jepang. Pemerintah ORBA menerima keadaan perusahaan di tahun 1968 dalam keadaan yang sulit, dimudahkan untuk pembangunan yang diperlukan pimpinan GIA yang baru kemudian segera melakukan perbaikan-perbaikan yang mendasar dari 5 tahun kemudian seluruh armad diganti dengan pesawat-pesawat yang dapat menunjang kemajuan perusahaan. Pesawat-pesawat itu terdiri dari jenis Fokker F 27, Fokker F 28, Douglass DC-8 dan Douglass DC-9. Garuda semakin berkembang dari seluruh pesawat kemudian terdiri dari pesawat bermesin jet kekuatan armadanya berturut-turut ditambah dengan tipe Douglass DC-10, Boeing B 747 dan Air Bus A-300 untuk pertama kalinya dalam dunia penerbangan Garuda telah menggunakan pesawat Air Bus A-300 berawak 2 orang dengan cockpit yang disebut Forward Facing Crew Cockpit (FFOD). Pimpinan GIA yang dilantik pada akhir tahun 1984 telah mengambil langkah-langkah untuk lebih menetapkan struktur organisasi yang agar operasionil dapat erlangsug lebih efektif dan efisien.
Selain itu bidang para wisata telah mendapatkan perhatian yang utama sedangkan pelayanan bagi pemakai jasa lebih ditingkatkan lagi. Garuda lainnya adalah mengangkut jemaah haji yang puluhan ribu jumlahnya ke tanah suci Mekkah setiap tahun dengan kekuatan sendiri selain itu Garuda Indonesia juga merupakan sarana angkuta bagi kunjungan resmi kepala negara ke berbagai negara. Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera, Garuda Indonesia berjuang sekuat tenaga dalam menegakkan citra bangsa dan negara melalui pelayanannya. Kini jaringan penerbangan GIA telah menjangkau seluruh wilayah RI dengan menghubungkan 36 kota persinggahan, sedangkan keluar negeri meliputi kota-kota di Benua Eropa, Asia, Australia, Afrika dan Amerika. ***

0 komentar:

Posting Komentar