Jumat, 06 Juli 2012

Vihara Avalokitesvara

Dalam catatan sejarah, keberadaan Vihara Avalokitesvara ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Syarif Hidayatullah (1450-1568 M), atau yang lebih populer dengan nama Sunan Gunung Jati, salah seorang dari Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Beliau tergerak mendirikan sebuah vihara di Serang karena melihat banyaknya perantau dari Tiongkok beragama Buddha yang membutuhkan tempat ibadah.


Berdasarkan sumber yang lain, ide mendirikan vihara ini sejak beliau menikah dengan salah seorang putri Tiongkok. Karena banyak di antara pengikut putri tersebut yang masuk Islam, Sunan Gunung Jati kemudian membangun sebuah masjid bernama Masjid Pecinan, yang kini tinggal puingnya saja. Sedangkan bagi mereka yang tetap bertahan dengan keyakinannya semula, dibuatkan sebuah vihara.


Vihara yang termasuk dalam Kawasan Situs Banten Lama dan konon dibangun sekitar tahun 1652 M ini diberi nama Vihara Avalokitesvara. Nama vihara tersebut diambil dari nama salah seorang penganut Buddha, yaitu Bodhisattva Avalokitesvara, yang artinya "mendengar suara dunia."
Vihara yang termasuk tertua di Indonesia ini, terletak di Kampung Pamarican atau Kasunyatan, Desa Banten, Kecamatan Kaseman, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Bagi masyarakat Banten sendiri, bangunan vihara ini tidak hanya sekadar menjadi bangunan bersejarah ataupun tempat peribadatan semata, tetapi juga sebagai simbol bagaimana masyarakat lampau mampu mewariskan keharmonisan dalam menghadapi setiap perbedaan yang ada. Masyarakat Banten memang dikenal sebagai komunitas mayoritas muslim, namun keharmonisan beragama di kawasan Banten Lama ini terjalin sangat baik, bahkan tak jarang penduduk yang tinggal di sekitar kawasan vihara ikut terlibat dan membantu ketika ada acara dan perayaan-perayaan di vihara, contohnya seperti perayaan ulang tahun Buddha.
Toleransi beragama dan keharmonisan hubungan antara umat Islam dan umat Buddha di kawasan Banten lama juga dapat terpancar dari arsitektur bangunan Masjid Agung Banten Lama yang terletak tak jauh dari kawasan vihara. Masjid Agung Banten Lama yang juga adalah ikon Banten lama memiliki arsitektur bangunan yang bergaya Eropa Cina. *** [230612]

0 komentar:

Posting Komentar