Kamis, 16 Agustus 2012

Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH

Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH berada di Jalan Indrapura No. 17 Surabaya atau tepatnya menyatu dengan lokasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan (P3SKK) Kementerian Kesehatan RI. Museum ini diresmikan pada tanggal 14 September 2004 oleh dr. Sujudi, Menteri Kesehatan, pada saat itu. Museum ini dirintis sejak tahun 1990 oleh Dr.dr. Harijadi Soeparto, DOR. M.Sc., yang ihwalnya bermula dari mengoleksi barang/sarana kesehatan lama yang telah dihapus. Barang koleksi makin bertambah dari sumbangan para dermawan dan temuan para peneliti di lapangan yang meliputi daerah-daerah Indonesia. Upaya kegiatan saat itu dilakukan para sukarelawan tanpa anggaran dinas.
Permasalahan kesehatan yang dipaparkan bukan hanya yang berhubungan dengan teknologi modern saja, melainkan banyak koleksi tradisional (asli) yang merupakan budaya kesehatan bangsa Indonesia.



Koleksi Museum
Museum ini memiliki ratusan koleksi peralatan dan perlengkapan yang berhubungan dengan masalah kesehatan maupun kedokteran yang pernah dipergunakan di Indonesia.
Koleksi museum ini dipamerkan di bekas gedung tua milik Kementerian Kesehatan, di mana ruang pameran dinamakan sasana. Sasana yang ada di museum ini meliputi:
1.       Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan
Sasana ini berisi koleksi museum yang berkenaan dengan pendidikan dan profesi petugas kesehatan tempo dulu, seperti SK Pengangkatan Perawat, Pakaian Petugas Kesehatan, atau struktur organisasi kesehatan kala itu.

2.       Sasana Alat Non Medis
Sasana ini menampilkan koleksi museum yang berhubungan dengan sarana dan prasarana penunjang kesehatan yang ada di tanah air ini, seperti alat perkantoran di lingkungan rumah sakit hingga kendaraan yang dipakai petugas kesehatan dalam memberantas malaria.

3.       Sasana Alat Medis
Sasana ini memamerkan koleksi museum yang berkaitan dengan alat-alat medis yang digunakan di lingkungan rumah sakit saat itu. Alat-alat medis itu meliputi: miksoskop, kursi periksa pasien, automatic blood cell counter hingga monitor deteksi.

4.       Sasana Flora dan Fauna
Sasana ini berisi koleksi museum yang berkenaan dengan jenis hewan yang mempengaruhi kesehatan maupun tumbuh-tumbuhan yang berhubungan dengan kesehatan manusia. Dalam sasana ini ditampilkan sejumlah deskripsi berbagai binatang maupun tanaman yang dapat mempengaruhi kesehatan. Ada yang menularkan penyakit, namun ada juga yang bisa menyembuhkan penyakit.

5.       Sasana Daur Ulang
Sasana ini menampilkan koleksi museum yang berhubungan dengan sejumlah alat-alat kesehatan yang “disulap” menjadi alat-alat yang berguna bagi manusia dan aman untuk dipergunakan.

6.       Sasana Penyembuhan Tradisional
Sasana ini memamerkan koleksi museum yang berkaitan dengan perlengkapan dan metoda penyembuhan secara tradisional sebelum kemunculan dunia modern kedokteran. Ratusan koleksi yang ada di sasana ini merupakan perlengkapan dan peralatan upaya kesehatan tradisional. Sasana ini memaparkan realita kebudayaan supranatural dan kekuatan magis yang digunakan dalam praktik tradisional. Sehingga, wajar bila museum ini sering disebut juga sebagai museum santet.

7.       Sasana Kesehatan Reproduksi
Sasana ini berisi koleksi museum yang berkenaan dengan masalah kesehatan reproduksi tempo dulu. Sasana ini memamerkan sejumlah peralatan kedokteran yang menyangkut masalah reproduksi seseorang.

8.       Sasana Genetika
Sasana ini menampilkan koleksi museum yang berhubungan dengan pengetahuan masalah genetika baik secara medis kedokteran maupun antropologis. Sejumlah aneka struktur silsilah dipamerkan dalam sasana ini.

9.       Sasana Kencana
Sasana ini memamerkan koleksi museum yang berkaitan dengan prestasi yang diperoleh dalam dunia kedokteran kita, termasuk ide-ide brilian para dokter tempo dulu. Sasana ini menampilkan sejumlah penghargaan yang terjadi dalam dunia kedokteran kala itu.
Mengunjungi museum ini bisa memberikan edukasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang ada di tanah air. Pengetahuan ini sebenarnya juga sudah dipahatkan dalam relief Candi Borobudur maupun tersimpan dalam filosofi batik yang selama ini sudah dikenal.
Museum ini mudah dijangkau dari berbagai arah karena letaknya yang berada di jalan besar dan dilalui berbagai kendaraan bermotor, mulai dari bus maupun angkutan umum.*** [140812]

0 komentar:

Posting Komentar