The Story of Indonesian Heritage

Dr. Abdul Rivai

Lahir tahun 1871 dari keluarga seorang guru. Sejak kecil sudah memperlihatkan semangat tinggi untuk sekolah. Selesai sekolah lanjutan, ia belajar bahasa Belanda terlebih dahulu kepada kakaknya. Baru kemudian ia meneruskan ke Stovia dan lulus sebagai dokter tahun 1895.
Karena keinginannya untuk meneruskan sekolah kedokteran di Belanda menemui halangan, ia menjadi sangat kesal dan mulai banyak menulis kritiknya atas kecongkakan penjajah. Waktu itu ia banyak menulis pada: Bintang Hindia, Bendera Wolanda, Pewarta Wolanda, Oost en West, dan juga Algemeen Handlesblad yang terbit di Nederland.
Setelah kembali ke tanah air tahun 1911, ia berdinas sebagai dokter pemerintah. Mula-mula ditempatkan di Cimahi, dan kemudian dipindahkan ke Padang. Tetapi karena jiwa nasionalismenya, ia sering bentrok dengan dokter bangsa Belanda. Akhirnya ia minta berhenti dan memilih buka praktek swasta di Semarang, dan kemudian di Surabaya.
Sebagai politisi, ia pernah duduk dalam keanggotaan Volksraad (semacam DPR). Namun setahun kemudian ia mengundurkan diri. Kemudian ia berkelana ke Eropa dan Amerika. Dari sana, ia rajin mengirimkan tulisan-tulisannya ke kepada surat kabar-surat kabar yang ada di tanah air. Dengan tulisan-tulisannya, ia memberikan pelajaran politik kepada bangsanya yang terjajah. Dengan ketajaman penanya, ia membukakan mata dan kesadaran bangsanya tentang arti dan nilai sebuah kemerdekaan bagi suatu bangsa.
Dokter ini karena kesehatannya mundur, akhirnya memilih Bandung sebagai kota tempat menghabiskan hari tua. Ia meninggal 16 Oktober 1933. ***                                                                                             

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami