Selasa, 18 September 2012

DR. Danudirdja Setiabudhi

Dilahirkan dengan nama Ernest Francuis Eugene Douwes Dekker di Pasuruan, 8 Oktober 1879. Meskipun dilahirkan sebagai warga Belanda tetapi jiwa dan pikirannya diperuntukkan seluruhnya bagi bangsa Indonesia.
Karir jurnalistiknya diawali dari kedudukannya sebagai reporter “Bataviaasch Nieuwsblad”. Tidak berapa lama, karena kebolehannya dia menjadi redaktur pertama.
Bersama Dr. Ciptomangoenkoesoemo dan Dr. Soewardi Soerjaningrat, dia mendirikan Indische Partij (1912). Partai ini dilarang oleh Belanda karena dainggap berbahaya. Kemudian dia pergi ke Swiss. Dari sana dia tetap mengadakan kontak dengan kawan-kawan seperjuangan di tanah air. Di Swiss ini pula dia berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi yang mengupas tentang kolonialisasi Belanda di Asia Tenggara.
Kembali lagi ke Indonesia, dia memilih Kota Solo sebagai tempat tinggalnya. Di Solo, dia menerbitkan “De Beweging”. Karena terlibat pemogokan buruh pabrik gula, dia sempat dipenjara 2 tahun. Dari Solo, dia pindah ke Semarang dan menerbitkan “Nieuwe Express”, kemudian dia pindah lagi ke Bandung, mendirikan Ksatrian Instituut.
Orang Belanda tetapi berjiwa Indonesia ini meninggal 28 Agustus 1950. ***       

0 komentar:

Posting Komentar