Sabtu, 08 Agustus 2015

Hotel Merdeka Kediri

Selesai memuaskan mata memandang gedung Bank Indonesia lama Kediri, janganlah cepat-cepat beranjak dari kawasan tersebut. Karena berseberangan dengan gedung tersebut, terdapat bangunan kuno yang tak kalah nilai historisnya. Bangunan kuno tersebut adalah Hotel Merdeka.
Hotel ini terletak Jalan Basuki Rahmat No. 4 Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi hotel ini berada di sebelah timur dari Bank Indonesia Perwakilan Kediri.
Menurut sejumlah literatur yang ada, hotel Merdeka ini dulunya adalah Hotel Rich, kepunyaan orang Belanda. Diperkirakan hotel tersebut didirikan pada tahun 1933.
Pada masa kolonial, hotel yang bergaya Indische Empire dengan dipadukan kondisi tropis setempat ini merupakan hotel yang diminati oleh para tamu yang hendak mengunjungi Kediri untuk urusan dagang dalam bidang perkebunan maupun pabrik gula. Mengingat kala itu, Kediri berkembang pesat  menjadi pusat pertanian, perkebunan, dan industri (gula). Hotel ini juga pernah menjadi tempat untuk menawan orang-orang Jepang di Kediri. Sedangkan, untuk tentara Jepang yang kejam di tempatkan di penjara. Selain itu, hotel ini dikabarkan pernah menjadi tempat menginap Muso saat kembali ke Tanah Air pada 11 Agustus 1948.


Namun, seiring perjalanan sang waktu, hotel ini pernah dipegang oleh pemerintah sampai akhirnya berpindah ke manajemen PT. Natour. Lalu semenjak tahun 1988 hingga sekarang, hotel ini dibeli oleh PT. Gudang Garam, dan pengelolaannya diserahkan kepada anak perusahaan di bawah naungan PT. Suryaraya Indah.
Sejak itulah, hotel ini semakin meningkatkan diri dalam memberikan layanan kepada para tamu yang menginapnya. Hotel berbintang 3 ini terus berbenah agar membuat tamu hotel kian merasa betah berada di dalamnya. Bukan hanya itu, untuk menampilkan citra sebagai hotel yang bernilai heritage ini, manajemen hotel Merdeka juga pernah melakukan renovasi bangunan tanpa mengubah bentuk aslinya, terutama bagian depannya. Kendati, hotel ini pernah mengalami kebakaran pada 19 September 2008, manajemen tetap mengupayakan pemulihan sebagian hotel yang luluh lantak tersebut seperti menyerupai sebelumnya.
Sebagai warisan budaya yang ada di Kota Kediri, hotel ini masih eksis untuk memenuhi kebutuhan jiwa yang haus akan romantisme dan kenyamaan dengan nuansa klasik. Menginap di hotel ini, mengalami sensasi tersendiri dalam kekunaan ciri khas gaya bangunannya yang disesuaikan dengan fasilitas dan layanan hotel bintang 3. *** [240515]

0 komentar:

Posting Komentar