Rabu, 26 Agustus 2015

Museum Prambanan

Puas mengelilingi Candi Prambanan, tanpa terasa hari pun sudah senja. Mentari menjelang di ufuk barat, tanpa sengaja menjumpai Museum Prambanan. Karena saat keluar dari Candi Prambanan di sebelah barat, jalan akan sampai pada pertigaan jalan. Ke kiri bisa menjumpai Candi Sewu, ke kanan mengarah ke pintu keluar kompleks Taman Wisata Candi Prambanan di mana di antaranya terdapat Museum Prambanan.
Mengingat pertimbangan waktu sudah tidak terkejar bila menuju Candi Sewu, maka penulis mengarahkan langkah ke kanan dari pertigaan tersebut. Di situlah keberuntungan bagi penulis karena ternyata dalam langkah tersebut bisa berjumpa dengan bangunan Museum Prambanan. Tanpa berkpikir panjang, penulis langsung masuk ke dalam Museum Prambanan di depan pintu utamanya terdapat miniatur kapal kuno.
Museum ini terletak di Jalan Raya Jogja-Solo Km 16 Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.


Museum Prambanan ini dibangun pada tahun 1998 sebagai salah satu fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung di Taman Wisata Candi Prambanan untuk mengetahui lebih jauh tentang Candi Prambanan. Ide awalnya, adalah untuk mengumpulkan tinggalan arekologis yang ada di Candi Prambanan maupun candi-candi di sekitarnya berserta artefak-artefak yang berhubungan dengan candi-candi tersebut.
Museum Prambanan menempati areal tanah seluas 10.000 meter persegi dengan bangunan bercorak arsitektur Jawa dan mempunyai bagian-bagian berupa pendopo, ruang pameran, ruang kantor, dan ruang audio visual.
Memasuki halaman museum ini, pengunjung akan disambut dengan dua arca dwarapala. Dwarapala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Buddha, berbentuk buto (monster raksasa). Biasanya dwarapala diletakkan di luar candi, kuil atau bangunan lain untuk melindungi tempat suci atau tempat keramat di dalamnya. Kemudian sambil melintas paving yang di ujung depan ada arca dwarapala tersebut, pengunjung bisa menjumpai pendopo yang sekarang digunakan untuk promosi jamu herbal.
Sementara itu, di pendopo bagian tengah dikelilingi empat ruangan yang masing-masing dihubungkan dengan teras beratap. Keempat ruangan tersebut digunakan untuk ruang koleksi milik Museum Prambanan.

Ruang Koleksi I
Ruang Koleksi I memajang sejumlah temuan artefak emas dari Wonoboyo, proses pembuatan relief Ramayana di Candi Siwa, arca Siwa, Brahma, Wisnu dan beberapa arca lainnya serta lingga yoni. Selain itu, ada pula sebuah fosil kepala kerbau dan mustaka masjid berukir kepala kala dari Bayat yang terbuat dari gerabah.

Ruang Koleksi II
Ruang Koleksi II atlas persebaran situs di kawasan Candi Prambanan, arca batu maupun patung perunggu, prasasti beraksara Jawa Kuno. Peta persebaran tersebut menunjukkan keberadaan candi Buddha di sekitar Prambabanan yang merupakan kompleks percandian Hindu terbesar di Indonesia, yaitu Candi Sewu, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan.



Ruang Koleksi III
Ruang Koleksi III memamerkan beberapa benda koleksi yang berhubungan dengan wujud Dewa Wisnu. Pertama, arca Wisnu dan Laksmi yang berdiri di atas lapik teratai. Kedua, arca perwujudan inkarnai Dewa Wisnu, dan ketiga, lapik arca burung Garuda yang merupakan kendaraan Wisnu.

Ruang Koleksi IV
Ruang Koleksi IV menampilkan foto-foto reruntuhan kompleks Candi Prambanan pada waktu ditemukan, candi-candi di sekitar Prambanan, dan foto tokoh-tokoh berjasa dalam merekonstruksi reruntuhan kompleks Candi Prambanan, seperti Jan Willem Ijzerman, NJ Krom, dan WF Stutterheim.

Keluar dari ruang Koleksi IV, pengunjung akan menemui ruang audio visual sebelum keluar dari Museum Prambanan. Ruang audio visual ini digunakan untuk memutar film berdurasi 20 menit yang berkisah mengenai latar belakang ditemukannya candi sampai kisah Dewa Siwa sebagai dewa tertinggi. Ruang berkapasitas sekitar 40 orang ini cukup nyaman dengan fasilitas AC dan berbayar.
Mengunjungi museum ini akan menambah wawasan kita akan benda-benda purbakala yang berhubungan dengan keberadaan kompeks Candi Prambanan yang nota bene pengetahuan akan kebudayan di masa Mataram Kuno. *** [220715]

0 komentar:

Posting Komentar