Selasa, 09 Februari 2016

Gedung Bank Mandiri KC Surabaya Niaga

Jalan Veteran, pada zaman Hindia Belanda dikenal sebagai Sociëteitstraat. Dulu, di jalan tersebut berdiri sebuah bangunan De Sociëteit Concorda (sekarang Gedung Pertamina UPDN V). Sociëteit Concorda merupakan club house yang didesain oleh para kolonial dengan gaya Eropa untuk memenuhi kebutuhan refreshing atau tempat hiburan elite di Surabaya, bahkan ada yang menyebutnya sebagai tempat dugem pertama di Surabaya. Karena sociëteit itu cukup terkenal, menyebabkan jalan yang melintasi gedung tersebut akhirnya dikenal dengan nama Sociëteitstraat.
Kawasan Jalan Veteran ini merupakan bagian dari kawasan kota lama Surabaya. Sebagai bagian dari kawasan kota lama, kawasan ini menjadi landasan pembentuk kota pada masa awal terbentuknya kota tersebut. Bagian kawasan kota lama biasanya merupakan kawasan bersejarah atau “heritage district” di mana area di sepanjang jalan tersebut banyak bangunan yang signifikan sebagai bangunan lawas, kuno atau bersejarah.


Salah satu bangunan lawas sebagai saksi bisu akan keberadaan kawasan sepanjang Jalan Veteran ini adalah gedung Bank Mandiri KC Surabaya Niaga. Gedung ini terletak di Jalan Veteran No. 42-44 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada di depan Gedung Asuransi Jiwa Sraya, atau di sebelah utara PT. ODI (Oesaha Dagang Indonesia).
Dulu, gedung Bank Mandiri ini merupakan salah satu gedung kantor dari N.V. Borneo Sumatra Handel Maatschappij atau Gebouw van de N.V. Borneo Sumatra Handel Maatschappij (Borsumij) te Soerabaja, yang didirikan pada tahun 1935. Arsitek yang merancang bangunan gedung ini dipercayakan kepada G.C. Citroen. Karya Citroen yang terakhir ini senafas dengan arsitek Bauhaus dan kaum fungsionalis yang sedang populer di Eropa pada waktu itu. Ciri dari bangunan gedung ini adalah bentuknya yang mirip dengan arsitektur berlanggam kubistis di Eropa dengan berbagai paduan dengan kebudayaan lokal.
Bangunan gedung Borsumij ini memiliki bentuk denah persegi panjang yang memanjang dari utara ke selatan di mana arah hadap gedung tersebut ke arah Jalan Veteran atau menghadap ke barat, dan terdiri dari tiga lantai. Pada bangunannya terdapat menara yang berada di sudut bangunan sebelah utara dan tidak memiliki halaman di depan bangunan tersebut.
Perlu diketahui, Borsumij adalah sebuah perusahaan dagang Belanda yang didirikan oleh J.W. Schlimmer dan berkantor pusat di Den Haag. Di Surabaya ini, Borsumij juga memiliki gedung lain yang terletak di Jalan Rajawali No. 10 (pojok Jalan Kasuari). Sekarang gedung tersebut digunakan sebagai Bank Negara Indonesia (BNI).
Dalam perjalanannya, Borsumij yang berada di Jalan Veteran pernah beberapa kali beralih fungsi. Terakhir digunakan oleh Bank Exim, yang kemudian merger bersama tiga bank lainnya, yaitu  Bank Bumi Daya (BBD), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO), dan Bank Dagan Negara (BDN), menjadi Bank Mandiri. Tak heran, bila pada waktu terjadi inventarisasi bangunan cagar budaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kala itu tercatat sebagai gedung Bank EXIM (Export Import).
Sekarang ini, Bank Mandiri menjadi salah satu bank terkemuka di Kota Surabaya. Namun, khusus untuk Bank Mandiri KC Surabaya Niaga memiliki arti tersendiri bagi Kota Surabaya. Bukan saja sebagai bank besar, akan tetapi juga sebagai bank yang mempunyai gedung peninggalan kolonial bergaya Nieuwe Bouwen. Gedung ini juga menambah khazanah deretan bangunan lawas yang berada di dekat Jembatan Merah maupun Tugu Pahlawan. *** [080216]

0 komentar:

Posting Komentar