Senin, 22 Februari 2016

Hotel Ibis Surabaya Rajawali

Anda seorang peminat heritage? Ingin dimanjakan oleh deretan bangunan lawas? Coba datanglah ke Jalan Rajawali. Di sana banyak berjajar bangunan lawas yang punya ceritera dan memiliki gaya arsitektur yang variatif. Salah satu bangunan lawas yang bisa dilihat adalah Hotel Ibis Surabaya Rajawali. Hotel ini terletak di Jalan Rajawali No. 9-11 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi hotel ini berada di sebelah gedung cerutu, atau di depan gedung Internatio (Internationale Crediten Handelsvereeniging Rotterdam).
Lokasi Hotel Ibis ini tergolong strategis dan sekaligus berada di area bersejarah Surabaya, dekat dengan kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan. Ada 147 kamar ber-AC yang dapat dipesan. Hotel ini memiliki restoran, bar, klub kesehatan dan spa serta ruang pertemuan berkapasitas hingga 300 orang. Akses internet Wifi untuk tamu yang sedang melakukan perjalanan bisnis atau sekadar santai, juga bisa dinikmati.


Dulu, bangunan hotel ini merupakan bangunan milik NV Geo Wehry & Co. (Kantoorgebouw van de Geo Wehry & Co. te Soerabaja) yang dibangun pada tahun 1913. Kontraktor yang mengerjakan gedung Geo Wehry & Co. ini adalah Hollandsche Beton Maatschappij.
Perusahaan Geo Wehry & Co. sejak tahun 1867 telah beroperasi di Hindia Belanda. Kegiatan utamanya bergerak di bidang perkebunan. Perusahaan ini mempunyai 28 perkebunan di Hindia Belanda, dengan komoditi antara lain teh, kina dan karet, dan melakukan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, NV Geo Wehry & Co. juga termasuk dalam The Big Five (lima perusahaan raksasa milik Belanda) selain Internatio, Lindeteves, Borsumij dan Jacobson van den Berg & Co. Kantor pusat Geo Wehry & Co. ada di Batavia, dan cabang-cabangnya ada di Semarang, Soerabaja, Cheribon, Tjilatjap, Medan, Padang, Palembang, Djambi, Macassar, Menado, Bandjarmasin, Pontianak dan Samarinda.
Denah gedung Geo Wehry & Co. berbentuk persegi empat, dan memanjang ke belakang. Bagian depan gedung digunakan untuk kantor, sedangkan pada bagian belakang dipakai untuk gudang. Pada bagian gudang inilah yang sekarang dibangun menjadi bangunan hotel yang menjulang, sedangkan bagian muka dimodifikasi untuk lobby maupun fasilitas lainnya dari hotel ini.
Jadi, bagian depan dari hotel ini masih menunjukkan bangunan asli seperti saat dibangun. Hanya gudang saja yang berubah menjadi bangunan bertingkat 9 setinggi 30 meter, dan merupakan bangunan baru.
Bagian depan yang terselamatkan memiliki gaya arsitektur kolonial awal abad 20. Hal ini yang menyebabkan bekas kantor Geo Wehry & Co. tersebut ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 dengan nomor urut 61. *** [020815]

0 komentar:

Posting Komentar