Jumat, 19 Februari 2016

Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Pusat

Jalan Pasar Turi tidak terlalu lebar namun dalam kesehariannya dibilang ramai pada waktu siang harinya. Maklum, karena di situ termasuk lingkungan pasar dan pertokoan. Namun siapa sangka, jika jalan tersebut menyimpan catatan sejarah dalam hal pemadam kebakaran.
Bangunan lawas berwarna biru yang berada di pojokan merupakan saksi bisunya. Bangunan lawas tersebut adalah Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya Pusat. Kantor ini terletak di Jalan Pasar Turi No. 21 Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi kantor ini berada di sebelah utara Pasar Turi, atau sebelah barat Tugu Pahlawan.
Dinas Pemadam Kebakaran pada masa Hindia Belanda disebut de Brandweer. Di kota Surabaya de Brandweer didirikan pada 4 September 1810 melalui peraturan (reglement) yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Daendels ditunjuk oleh pemerintah Perancis sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda dari tahun 1808 sampai 1811.


Pada awal berdirinya Damkar Kota Surabaya, sarana dan prasarana masih sangat sederhana. Struktur organisasi pengurus belumlah lengkap, dan kondisi deponya pun masih sangat sederhana. Pada waktu itu, depo atau rumah Damkar yang dijadikan sebagai pusat Damkar Kota Surabaya masih berada di Pasar Besar (sekarang Jalan Pahlawan). Bangunannya masih terlihat sederhana, yaitu bangunan semi permanen yang berdindingkan anyaman bambu (gedeg).
Sejak berdiri pada tahun 1810 hingga 1905, Damkar masih terkendala dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimilikinya. Baru pada tahun 1906 Damkar Kota Surabaya mengalami modernisasi sarana dan prasarana akibat dari penetapan kota Surabaya berstatus kotamadya atau gemeente.
Modernisasi dilakukan mulai dari peralatan pemadam kebakaran, kepengurusan anggota de Brandweer hingga pemindahan depo Damkar ke Pasar Turi baru pada tahun 1927. Keadaan modernisasi Damkar Kota Surabaya tidak banyak berubah hingga tahun 1942. Modernisasi Damkar Kota Surabaya mendapatkan respon cukup baik dari masyarakat Surabaya, karena telah membantu masyarakat dalam mengatasi kebakaran lebih cepat dan efektif.
Jadi alasan dipindahkannya depo Damkar yang semula dari Pasar Besar ke Pasar Turi dikarenakan untuk mengimbangi modernisasi sarana dan prasarana yang telah berlangsung seperti pembaharuan struktur organisasi petugas Damkar Kota Surabaya dan peremajaan maupun pengadaan peralatan pemadam kebakaran yang baru. Pengadaan peralatan pemadam kebakaran mengalami peningkatan jumlah, maka sewajarnya untuk dibangun depo Damkar yang baru dan lebih luas. *** [070216]

Kepustakaan:
AVATARA Volume 1, No. 3, Oktober 2013

0 komentar:

Posting Komentar