Senin, 30 Mei 2016

Stasiun Kereta Api Kesamben

Stasiun Kereta Api Kesamben (KSB) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Kesamben merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya yang berada pada ketinggian + 193 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kelas 3/kecil yang ada di Kabupaten Blitar. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah barat Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Mulyo, atau barat daya Masjid Jamik Kesamben.


Bangunan Stasiun Kesamben ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen sepanjang 55 kilometer, yang dimulai pada tahun 1896 dan selesai pada tahun 1897. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, dengan searah. Artinya, pada jalur rel kereta api tersebut dilakukan dari arah barat , yaitu Blitar, terus ke timur sampai Kepanjen.
Dari arah barat, pembangunan jalur Blitar-Wlingi sepanjang 19 kilometer yang diresmikan pada 10 Januari 1896 dan Wlingi-Kepanjen sepanjang 36 kilometer yang diresmikan pada 30 Januari 1897. Proyek jalur kereta api Blitar-Wlingi-Kepanjen ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Timur jilid 2 (Oosterlijnen-2). Jadi, Stasiun Kesamben ini sudah mulai ada sejak tahun 1897.
Stasiun Kesamben memiliki 2 jalur. Jalur 1 digunakan untuk jalur sepur lurus yang menuju ke arah barat (Stasiun Wlingi) dan ke arah timur menuju Stasiun Pohgajih. Sedangkan, jalur 2 digunakan untuk berhentinya sepur yang lain saat terjadi persilangan atau persusulan kereta api pada jalur tersebut. Seperti stasiun kecil pada umumnya, Stasiun Pohgajih tidak memiliki emplasemen yang menaungi peron yang ada.
Kendati stasiun ini tergolong kecil, namun masih beruntung dibandingkan Stasiun Ngebruk yang tak kalah strategisnya dalam letak lokasi. Karena di Stasiun Kesamben ini masih ada aktivitas dalam menaikkan maupun menurunkan penumpang dari kereta api yang melintasinya, meski hanya layanan kereta api kelas ekonomi, seperti Matarmaja maupun Penataran. *** [200516]

0 komentar:

Posting Komentar