Rabu, 04 Mei 2016

Stasiun Kereta Api Parung Panjang

Stasiun Kereta Api Parung Panjang (PRP) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Parung Panjang, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang berada pada ketinggian + 54 m di atas permukaan lain. Stasiun Parung Panjang terletak di Jalan Sayuti No. 2 Desa Parungpanjnag, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Pasar Parung Panjang.
Bangunan Stasiun Parung Panjang yang lama merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1899 berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Duri-Tangerang.


Proyek jalur kereta api Duri-Rangkasbitung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat jilid 2 (Westerlijnen-2) hingga Merak. Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan searah. Setelah jalur rel Duri-Rangkasbitung selesai, maka dilanjutkan jalur rel Rangkasbitung-Serang-Cilegon (1900), dan Cilegon-Merak (1914).
Dulu, stasiun ini merupakan stasiun yang cukup besar, bahkan lebih besar dari Stasiun Tanah Abang. Karena stasiun ini, oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan stasiun pembantu untuk bengkel. Hal ini mengingat letak stasiun ini yang berada di tengah-tengah antara Merak dan Jakarta.


Sejak menjadi salah satu stasiun yang terelektrifikasi, Stasiun Parung Panjang berubah menjadi stasiun yang sibuk akan aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang, baik yang akan bepergian ke Jakarta atau sebaliknya. Di samping bangunan stasiun yang lama pun akhirnya didirikan stasiun baru yang lebih besar dan modern dengan dua lantai.
Stasiun yang memiliki bangunan lama seluas 140 m² ini telah tercatat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai aset dengan nomor register 258/06.16360/PRP/BD, dan memiliki 4 jalur. Jalur 1 dan 4 digunakan untuk parkir KRL. Jalur 2 digunakan untuk jalur yang menuju ke arah barat, yaitu Stasiun Cilejit hingga Merak. Sedangkan, jalur 3 digunakan untuk jalur menuju ke arah timur, yaitu Stasiun Serpong hingga Tanah Abang.
Seperti Stasiun Sudimara, bangunan stasiun lamanya masih bisa berdampingan dengan stasiun barunya. Sesuatu antisipasi pekerjaan yang sangat bagus. Tinggal bagaimana pemeliharaan dan perawatan terhadap bangunan stasiun yang lama. Akankah terbengkelai atau bersanding saling mengisi. Waktulah yang akan menjawabnya. *** [010516]

0 komentar:

Posting Komentar