Senin, 10 April 2017

Stasiun Kereta Api Pasarnguter

Stasiun Kereta Api Pasarnguter (PNT) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Pasarnguter, merupakan salah satu stasiun kereta api kecil atau stasiun kelas III yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, yang berada pada ketinggian + 105 m di atas permukaan laut. Stasiun Pasarnguter terletak di Jalan Raya Nguter, Dukuh Nguter, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah tenggara Toko Pakaian Hanyboth atau sebelah utara/belakang Pasar Jamu Nguter ± 400 meter.
Stasiun Pasarnguter ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik swasta, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1922 setelah jalur kereta api Solo-Wonogiri diselesaikan. Stasiun ini merupakan pintu masuk ke Kabupaten Sukoharjo dari arah Stasiun Wonogiri menuju Stasiun Sukoharjo dan akan berakhir di Stasiun Purwosari Solo.


Pembangunan stasiun ini berhubungan dengan adanya pembangunan jalur kereta api Solo Kota-Wonogiri-Baturetno sepanjang 80 kilometer, yang dimulai pada tahun 1922 dan selesai pada tahun 1923 oleh NISM. Jalur kereta api ini memiliki garis normal rel (normaalspoorlijnen) 1067 mm. Pembangunan jalur ini, oleh pemerintah Hindia Belanda, awalnya ditujukan untuk mengangkut hasil bumi atau perkebunan yang berasal dari daerah Wonogiri dan Sukoharjo menuju Solo yang kemudian akan dikirim berikutnya baik ke Surabaya, Semarang dan Batavia.


Stasiun ini memiliki 2 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah selatan (menuju Wonogiri) dan utara (menuju Solo), serta mempunyai peron berjumlah tiga. Dua peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama cukup tinggi.
Saat ini Stasiun Pasarnguter hanya disinggahi oleh railbus Bathara Kresna sebanyak empat kali dengan jadwal dua kali keberangkatan pulang pergi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri dan sebaliknya. Selain, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, Stasiun Pasarnguter ini sesungguhnya memiliki masa depan yang cerah bagi kepariwisataan di daerah Nguter. Lokasinya yang dekat dengan Pasar Jamu Nguter, seharusnya ditangkap peluang untuk menciptakan wisata jamu. Penumpang kereta api yang bercorak wisata, bisa berhenti di Stasiun Pasarnguter, kemudian dipandu ke Pasar Jamu Nguter. Namun Pasar Jamu Nguter juga harus siap menampilkan jamu-jamu yang siap diminum dengan kedainya masing-masing dengan mengadopsi model jamu gendong, seperti gula asem, beras kencur, dong kates, dan sebagainya. Multiplier effect akan terjadi di daerah ini. *** [030417]

0 komentar:

Posting Komentar