Jumat, 07 Juli 2017

Stasiun Kereta Api Srowot

Stasiun Kereta Api Srowot (SWT) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Srowot, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 152 m di atas permukaan laut, dan merupanan stasiun kereta api kelas III. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun Srowot, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah tenggara Kantor Kepala Desa Gondangan, atau sebelah timur Masjid Al-Muhajirin.
Bangunan Stasiun Srowot ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Solobalapan-Yogyakarta yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik swasta di Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscahppij (NIS) pada tahun 1872 sebagai lanjutan dari proyek jalur Semarang-Vorstenlanden. Jalur sepanjang 58 kilometer ini, pengerjaannya dimulai dari Solo di sebelah timur laut menuju ke Yogyakarta di sebelah barat daya.
Jalur Solobalapan-Yogyakarta ini akhirnya diambilalih oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, dan dilakukan pembenahan pada tahun 1929. Semula bangunan Stasiun Srowot bergaya arsitektur Indische Empire yang megah dan kokoh. Pintu-pintunya lumayan besar, dan pada bangunan sisi timur memiliki gevel yang diberi ornament kayu serta ada tiga jendela yang besar yang atasnya melengkung. Namun pada saat diambilalih SS, stasiun ini direnovasi dengan bentuk yang disamakan seperti pada stasiun kelas III pada umumnya yang dibuat oleh SS.
Stasiun ini memiliki 4 jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus, menuju ke Stasiun Brambanan ke arah selatan dan menuju ke Stasiun Klaten ke arah utara. Jalur 3 digunakan untuk berhenti kereta manakala terjadi perususulan antarkereta api, sedangkan satu jalur lagi pernah dihubungkan dengan jalur menuju PG Gondang Winangoen.
Di stasiun ini sudah tidak ada aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang lagi. Tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, keculai terjadi persusulan antarkereta api. *** [070717]

0 komentar:

Posting Komentar