Senin, 09 Juli 2012

Aksara dan Bahasa di Indonesia: Pallawa, Nagari dan Tamil

Di India, seperti halnya di Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa memiliki berbagai aksara, di antaranya yang pernah berkembang di Indonesia adalah aksara-aksara Pallawa, Nagari dan Tamil. Ketiga jenis aksara yang berasal dari India ini pernah berkembang di Indonesia dalam kurun waktu abad ke-5 – 15 Masehi.
Aksara Pallawa, diambil dari Dinasti Pallawa di India yang konon menciptakannya, menurunkan berbagai variannya di wilayah Asia Tenggara seperti Campa (Vietnam), Khmer (Kamboja), Thailand, Laos, Burma (Myanmar) dan Indonesia. Khusus di Indonesia, aksara ini sudah berkembang sejak abad ke-5, menurunkan aksara Jawa Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna. Selanjutnya mulai abad ke-16 muncul aksara-aksara “pasca Pallawa” di berbagai daerah di Indonesia, antara lain Lampung, Batak dan Bugis.
Aksara Nagari (disebut juga aksara siddhamatrika atau siddham) asalnya dari India bagian timur laut, pertama kali muncul di Indonesia sekitar abad ke-8. Sejak awal munculnya hingga abad ke-9, aksara ini disebut Pranagari. Mulai abad ke-10 sampai dengan 15, aksara ini berkembang, disebut sebagai aksara Nagari. Di India, aksara ini digunakan secara nasional, disebut aksara Dewanagari. Aksara Nagari banyak digunakan pada prasasti-prasasti yang bernafaskan agama Buddha, seperti terlihat pada tablet-tablet tanah liat yang berisi mantra-mantra Buddhis.
Aksara Tamil adalah aksara yang keberadaannya di Indonesia termasuk jarang. Di India, aksara ini umumnya digunakan oleh orang-orang yang berdiam di wilayah Tamil Nadu (India Selatan), juga di Negara Srilangka. Pertama muncul di Indonesia dalam abad ke-11, khususnya di Sumatera bagian utara karena di sana ada komunitas orang-orang India berbahasa Tamil yang umumnya adalah pedagang. ***

0 komentar:

Posting Komentar