Jumat, 13 Juli 2012

Kalkulator dalam Perbankan

Kalkulator adalah suatu alat hitung yang membantu kita untuk berhitung secara mudah dan cepat. Sejarah kalkulator dari masa ke masa mulai merangkak dari hanya untuk penjumlahan dan pengurangan, berlanjut ke perkalian, pembagian, bahkan fungsi aljabar dan trigonometri. Sejarah dari kalkulator sendiri berawal dari sempoa/abacus, yang merupakan alat hitung tradisional terbuat dari kayu. Pada abad ke-17, telah ditemukan fungsi logaritma untuk memudahkan para ilmuwan untuk menghitung perkalian dan pembagian secara mudah. Pada saat yang bersamaan ditemukan kalkulator mekanik oleh Blaise Pascal yang menjadi pelopor Arithometer yang merupakan kalkulator mekanik yang akurasi dan dapat diandalkan. Namun cara penggunaannya yang agak sulit karena mekaniknya yang kompleks. Lalu pada pertengahan abad 19, Arithometer digantikan oleh mesin Odhner, yang merupakan redesign dari mesin Arithometer. Pada awal abad ke-20, kalkulator mekanik mulai dikembangkan dengan menggunakan 10-key mechanic yang memudahkan penggunanyan dalam penghitungan. Lalu pada pertengahan abad 20 dikembangkanlah kalkulator elektronik dengan sistem komputer yang terus berkembang hingga saat ini.



Koleksi yang tersedia di dalam ruangan ini adalah kalkulator yang digunakan pada era tahun 70-80’an, di mana implementasi kalkulator besar manual dan elektrik mulai dipakai. Banyak merk yang ditampilkan seperti Sharp, Canon, Addo-X, Olivetti, Presica, dan lainnya yang sebagian besar merupakan kalkulator elektrik. Fungsi kalkulator yang ditampilkan pada ruangan ini digunakan untuk menghitung perhitungan uang yang akan masuk  di dalam bank. Sudah tidak asing lagi, bahwa kalkulator merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi perbankan. ***

0 komentar:

Posting Komentar