Minggu, 29 Juli 2012

Museum Nahdlatul Ulama

Museum Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pusat informasi kebudayaan serta sejarah pertumbuhan dan perkembangan NU. Dibuka untuk pertama kalinya (soft opening) oleh KH. Abdurrahman Wahid pada 25 November 2004 dan diresmikan pada Muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah pada 28 November 2004 oleh Rais ‘Am PB NU, KH. MA. Sahal Mahfudh.


Gedung Museum NU memiliki tiga lantai dengan luas bangunan 900 m² berdiri megah di tengah areal seluas 3000 m². Terletak di Jalan Gayungsari Timur 35 Surabaya, sekitar 300 m arah ke timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Gedung berkubah hijau ini dibangun dengan arsitektur khas perpaduan Islam-Mediteranian dan bernuansa klasik, sehingga memungkinkan untuk dijadikan tempat tujuan wisata religi, setelah Makam dan Masjid Agung Sunan Ampel serta Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Museum NU menyimpan dan memamerkan berbagai dokumen historis NU, benda-benda seni dan pusaka bersejarah maupun karya tulis para ulama NU. Museum NU juga menyimpan karya-karya ilmiah dari berbagai kalangan tentang NU, Ulama dan Pesantren, serta memamerkan berbagai produk kreatif dari warga NU.

Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan didirikannya Museum NU adalah:
1.       Memberikan informasi kepada public mengenai sosok sebenarnya NU sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang lahir di Surabaya (1926), jauh sebelum Indonesia merdeka.
2.       Menunjukkan kepada khalayak mengenai gerak langkah NU di bidang keagamaan, pendidikan, social, dan dakwah.
3.       Menunjukkan kepada publik bahwa NU bukan saja bergerak di bidang keagamaan, melainkan juga ikut berjuang membangun nasionalisme bangsa, mendirikan Negara Republik Indonesia, menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.       Memberikan kemudahan bagi para kader NU, khususnya anak-anak didik NU dalam memahami, menghayati, dan mengemplementasikan nilai-nilai dasar perjuangan NU dalam kehidupan sehari-hari.
5.       Membudayakan pencatatan, penulisan dan sekaligus pemeliharaan dokumen organisasi bagi kepentingan ilmu pengetahuan, historiografi, maupun kepentingan penelitian pada umumnya.

Galeri dan Koleksi

1.       Galeri Walisongo
Galeri ini menyimpan berbagai informasi penting untuk mengetahui tarikan benang merah antara pola keagamaan, tradisi, dan kebudayaan yang dikembangkan oleh NU dengan ajaran-ajaran para wali penyebar Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Galeri ini memamerkan petilasan sejarah Walisongo, meliputi replica makam para wali, berbagai hasil seni dan budaya pada era penyebaran Islam di Indonesia, kitab-kitab para wali, termasuk peninggalan-peninggalan kerajaan Islam di Jawa.

2.       Galeri Pendiri NU
Galeri ini memamerkan benda-benda pusaka peninggalan para pendiri NU, seperti tongkat Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, sketsa dan foto pesantren-pesantren dan penjara yang pernah ditempati pendiri NU, foto-foto para pendiri NU, dan lain-lain.

3.       Galeri Pertumbuhan dan Perkembangan NU
Galeri ini memamerkan berbagai bukti sejarah kelahiran NU mulai dari Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathon, dinamika sejarah NU pada era kolonial dan keterlibatan NU pada perjuangan merebut kemerdekaan, Hizbullah, G 30 S/PKI, Peran Politik NU di Masyumi, Partai NU, PPP, sampai dengan lahirnya Khittah NU-26 tahun 1984.
Perkembangan NU pasca Khittah sampai dengan Era Reformasi termasuk lahir dan perkembangan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) juga dipamerkan dalam galeri ini. Koleksi galeri ini meliputi berbagai benda bersejarah, seperti meja yang digunakan rapat-rapat awal para ulama untuk mendirikan NU, foto dan sketsa gedung bersejarah, seperti MBO (Markas Besar Oelama) di Sidoarjo dan Nahdlatoel Wathon di Kawasan Surabaya, Pusaka dan senjata perang. Seragam dan atribut Hizbullah, dan lain-lain.

4.       Galeri Kebudayaan NU
Galeri ini menyimpan gambaran kebudayaan yang berkembang dalam komunitas nahdliyyin. Meliputi berbagai foto dan replica arsitektur masjid dan kelengkapannya, foto-foto ritual keagamaan, foto-foto kesenian NU, dan sebagainya.

5.       Galeri Produk Warga NU
Galeri ini berisi aneka produk unggulan warga NU, mulai dari barang-barang kerajinan, garmen, olahan hasil pertanian, dan sebagainya.

6.       Perpustakaan Dokumen dan Karya Ilmiah
Menyimpan berbagai koleksi kepustakaan, yang meliputi dokumen-dokumen organisasi NU, hasil-hasil penelitian dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, serta karya-karya ilmiah mengenai NU, Ulama dan Pesantren.

Sumber Koleksi
Koleksi Museum NU diperoleh melalui cara hibah atau pemberian dari keluarga para pendiri NU dan sejumlah tokoh maupun kolektor benda-benda bersejarah. Di samping itu, beberapa koleksi merupakan titipan dengan sertifikat khusus dari museum.
Untuk mengembangkan koleksinya, Tim Kerja Museum terus-menerus mengundang partisipasi para pemerhati sejarah NU, keluarga para pendiri dan tokoh-tokoh NU serta para kolektor untuk membantu melengkapi koleksi museum.

Aktivitas Museum NU
Kegiatan pokok di Museum NU secara umum meliputi pameran, konservasi dan restorasi, dokumentasi dan reproduksi, serta bimbingan dan publikasi.

Waktu Kunjungan
Museum NU dapat dikunjungi setiap saat karena waktu kunjungan adalah dari Senin hingga Minggu dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, kecuali Jum’at buka dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB lalu usai Jum’atan buka lagi dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. *** [270712]





1 komentar: