Sunday, July 29, 2012

Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular

Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular terletak di Jalan Buduran-Jembatan Layang Jenggolo, Kec. Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Diresmikan pada tanggal 14 Mei 2004 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, M.Si.
Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular merupakan kelanjutan dari Stedelijk Historisch Museum Surabaya yang didirikan oleh Von Faber pada tahun 1933. Pada awalnya lembaga ini hanya memamerkan koleksinya di suatu ruangan kecil di readhuis Ketabang, kemudian atas kemurahan hati seorang janda bernama Han Tjong King, museum dipindahkan ke Jalan Tegalsari yang memiliki bangunan lebih luas. Selanjutnya masyarakat pemerhati museum mulai berinisiatif untuk memindahkan museum ke tempat yang lebih memadai yaitu di Jalan Pemuda No. 3 Surabaya, yang diresmikan pada tanggal 25 Juni 1937.


Sepeninggal Von Faber, museum dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum yang didukung oleh  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Museum ini dibuka untuk umum pada tanggal 23 Mei 1972 dengan nama Museum Jawa Timur. Tanggal 13 Februari  1974, museum berubah status menjadi Museum Negeri  dan diresmikan pada tanggal 1 November 1974 dengan nama Museum Negeri “Mpu Tantular” Provinsi Jawa Timur. Dengan bertambahnya koleksi, membuat gedung di Jalan Pemuda No. 3 Surabaya tidak lagi mencukupi hingga akhirnya pada tanggal 12 Agustus 1977 secara resmi museum menempati gedung baru di Jalan Taman Mayangkara  No. 6 Surabaya.
Seiring dengan berjalannya waktu, koleksi museum semakin bertambah, demikian juga berbagai kegiatan  edukatif cultural yang dilaksanakan di museum, sehingga membutuhkan tempat yang semakin luas. Akhirnya, pada tanggal 14 Mei 2004 museum kembali menempati lahan  baru di Sidoarjo, tepatnya di  Jalan Buduran, Sidoarjo.

Latar Belakang Pemberian Nama Mpu Tantular
Mpu Tantular adalah pujangga dari Kerajaan Majapahit, yang terkenal dengan Kitab Arjunawijaya dan Sutasoma. Di dalam Kitab Sutasoma inilah tercantum kata-kata Bhineka Tunggal Ika, yang sampai sekarang dipakai sebagai  semboyan bangsa Indonesia.
Nama Mpu Tantular juga mengandung pengertian yang tersembunyi. “Mpu” berarti ibu, yaitu titik pusat segala gerak dan pandangan hidup. “Tantular” berarti tak tertulari, tak terpengaruh, tak menyimpang, tak berubah, jadi tetap mengkhususkan diri pada ajaran agama untuk mencapai kehidupan yang abadi.

Koleksi Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular
Museum ini memiliki banyak koleksi yang dipamerkan di Gedung Majapahit. Gedung Majapahit merupakan gedung pameran tetap yang dimiliki oleh Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular, yang tata pameran dalam ruang ini dikelompokkan dalam sepuluh jenis koleksi yang diurutkan berdasarkan periodesasi. Pengelompokan ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan dan penelitian koleksi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk tujuan pendidikan dan rekreasi.

1.       Koleksi Geologi
Koleksi geologi adalah koleksi yang merupakan obyek disiplin ilmu geologi, meliputi batuan dan mineral, seperti: batuan beku, batuan sendimen dan batuan metamorf.

2.       Koleksi Biologi
Koleksi biologi adalah koleksi yang merupakan obyek penelitian ilmu biologi meliputi fosil manusia dan binatang, seperti: fosil gading gajah (Bojonegoro), tengkorak buaya (Sidoarjo), kepala kerbau (Sidoarjo), geraham gajah (Bojonegoro), kerang (Sidoarjo), siput (Sidoarjo), penyu (Pacitan), tulang paha beruang air (Bojonegoro), dan lain-lain.

3.       Koleksi Etnografi
Koleksi etnografi adalah koleksi yang menjadi obyek penelitian ilmu antropologi, meliputi hasil budaya dan menggambarkan identitas suatu etnis, seperti: wadah upacara dari kuningan, topeng dongkrek, kesenian wayang beber, petanen (tempat pemujaan Dewi Sri), jodhang (wadah hantaran lamaran), kain batik dan tenun, kesenian karapan sapi serta keris dan tombak.

4.       Koleksi Arkeologi
Koleksi arkeologi adalah koleksi yang merupakan hasil budaya masa lampau yang menjadi obyek penelitian arkeologi, seperti: hasil teknologi masa prasejarah mulai dari masa Paleolithik berupa kapak genggam, masa Neolithik berupa kapak persegi dan masa perundagian berupa kapak perunggu, surya stambha, nekara, patung gajah dan manik-manik peninggalan masa Hindu-Buddha (abad 8 sampai dengan 14) seperti: prasasti batu dan tembaga masa Kerajaan Kediri dan Majapahit seperti prasasti loceret, prasasti Adan-adan, prasasti Sukun dan prasasti Rameswarapura, patung pantheon Buddha dari perunggu, patung Durga Mahesasuramardini, Genesa dan Nandi yang dibuat dari batu andesit serta alat upacara tradisional yang terbuat dari perunggu.

5.       Koleksi Histori
Koleksi histori adalah koleksi yang mengandung nilai sejarah meliputi kurun waktu sejak masuknya budaya Barat sampai sekarang. Benda-benda ini berhubungan dengan suatu peristiwa, seperti: senjata modern berupa senapan, pistol maupun miniature kanon (meriam) yang berasal dari abad 14 hingga 19. Foto-foto Surabaya lama yang menggambarkan kondisi dan situasi lingkungan Kota Surabaya sekitar tahun 1922 hingga tahun 1945.

6.       Koleksi Numismatik dan Heraldika
Koleksi numismatik  adalah koleksi yang berupa mata uang atau alat tukar (token) yang sah, sedangkan heraldika adalah tanda jasa, lambang dan tanda pangkat resmi. Koleksi yang dipamerkan, antara lain: mata uang kuno, seperti: krisnala (mata uang Kediri), Sriwijaya, Ruwe (mata uang Sumenep), ayamdari (mata uang Kerajaan Bugis) hingga mata uang kertas bergambar Soekarno tahun 1960. Juga koleksi bintang tanda jasa, seperti: bintang mahaputera, satya lencana, dan samkarya nugraha.

7.       Koleksi Filologi
Koleski filologi adalah koleksi yang menjadi obyek penelitian berupa naskah kuno yang ditulis dengan tangan mengenai suatu peristiwa. Koleksi yang dipamerkan, antara lain: duplikat naskah Negarakertagama dari Majapahit.

8.       Koleksi Keramik
Koleksi keramik adalah koleksi yang dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar. Koleksi yang dipamerkan adalah koleksi keramik asing, baik dari Eropa maupun Cina, mulai dari alat keperluan rumah tangga sehari-hari berupa rantang, teko hingga mangkok dan guci.

9.       Koleksi Seni Rupa
Koleksi seni rupa adalah koleksi yang mengekpresikan pengalaman artistik manusia melalui obyek dua atau tiga dimensi. Koleksi yang dipamerkan, antara lain: kursi naga, gebyog, gayor, rana (penyekat ruangan), thuk-thuk (kentongan) dari Madura, lukisan, dan lain-lain.

10.   Koleksi Teknologi
Koleksi teknologi adalah koleksi yang menggambarkan perkembangan teknologi berupa peralatan ataupun hasil industry/pabrik. Koleksi yang dipamerkan, antara lain: sepeda kayu, delman, sepeda tinggi, miniatur kapal, sepeda motor uap, telepon kuno, dan simphonion.

Selain kesepuluh koleksi yang dimiliki Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah Mpu Tantular ini, di lantai 2 masih terdapat koleksi ilmu pengetahuan dan teknologi. Lokasinya bersebelahan dengan koleksi tenologi. Koleksi ini terdiri dari 45 alat peraga, setiap alat peraga dapat dipergunakan oleh pengunjung diharapkan pengunjung terutama pelajar bisa langsung mempraktekkan pelajaran yang didapat di sekolah.  *** [250712]




0 comments:

Post a Comment