Selasa, 10 Juli 2012

Sekilas Tentang Perkembangan Perminyakan di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah negeri Cina bahwa sejak abad ke-7 Kerajaan Sriwijaya di Palembang telah mengirim minyak bumi kepada Kaisar Cina di kota Langit Biru. Minyak tersebut digunakan sebagai obat kulit dan rematik.
Marcopolo, seorang pelanglang buana bangsa Portugis pada tahun 1292 mengambil contoh rembesan minyak bumi dari daerah Idie, Aceh Timur, sewaktu singgah dalam perjalanannya kembali ke Eropa sepulang dari mengunjungi Raja Kubilai Khan (Cina).
Pada tahun 1596, Jan Huygen van Linschoten seorang Belanda yang tinggal di Goa, India, melaporkan tenggelamnya dua kapal Portugis setelah diserang oleh pelaut-pelaut Aceh dengan bola-bola api yang sebelumnya telah dicelupkan ke dalam minyak bumi.
Namun penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia baru dilakukan setelah A.J. Zijlker seorang Belanda menemukan minyak secara komersial pada sumur minyak Telaga Tunggal-1 di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara pada tanggal 15 Juni 1885. Sekitar 26 tahun setelah Kolonel Drake menemukan minyak bumi di Pennsylvania, Amerika Serikat, sebagai penemuan minyak bumi pertama di dunia. Sejak itu perkembangan kegiatan pengolahan minyak dan gas bumi di tanah air melaju dengan pesat yang ditandai dengan beberapa peristiwa antara lain:
  • ·         1889 : di masa penjajahan, kilang minyak pertama dibangun di Wonokromo, sedang dalam masa republic pertama kali dibangun kilang minyak pada tahun 1969 di Dumai.
  • ·         1977 : Indonesia mulai mengekspor LNG (Liquefied Natural Gas) keluar negeri sehingga menjadikan Indonesia sebagai pengekspor LNG terbesar di dunia.
  • ·         1985 : untuk meningkatkan perolehan produksi tahap ke-3 uap diinjeksikan ke dalam reservoir lapangan minyak Duri, sehingga lapangan ini merupakan penginjeksian steam-flood terbesar di dunia pada eranya.
  • ·         2001 : untuk pertama kalinya Indonesia mengekspor gas langsung daetri kawasan Natuna melalui pipa bawah laut ke Singapura dalam rangka pipanisasi gas se-ASEAN.
Cekungan minyak dan gas bumi yang terdapat di Indonesia, saat ini (data PERTAMINA TAHUN 2002) terdiri dari 60 buah, dengan rincian sebagai berikut:
  • ·         15 cekungan, sedang diproduksi
  • ·         8 cekungan, dalam proses produksi
  • ·         15 cekungan, sudah di bor tetapi belum berproduksi
  • ·         22 cekungan, belum dieksplorasi

0 komentar:

Posting Komentar