Senin, 13 Agustus 2012

Villapark Banjarsari

Di sebelah utara Pasar Legi, Solo, terdapat taman di mana di tengahnya berdiri sebuah monumen. Tempo dulu, taman ini merupakan alun-alun yang di tengahnya dilalui oleh jalan besar menuju ke Stasiun Balapan, sehingga alun-alun tadi sering disebut alun-alun Balapan. Alun-alun ini merupakan tempat para prajurit Legiun Mangkunegaran mengadakan latihan baris dan menggunakan senjata atau latihan keprjuritan (militer).
Sebelah barat alun-alun itu merupakan tempat tinggal prajurit dragonder beserta kestal kapal-kapal. Kestal atau gedhogan tersebut merupakan pindahan dari Pamedan depan Pura Mangkunegaran pada tahun 1784. Sedangkan di sebelah timur alun-alun merupakan tempat tinggal para prajurit meriam atau setabel.


Lambat-laun seiring perkembangan zaman, kawasan alun-alun tadi berubah menjadi perkampungan golongan elite lantaran di sekitar alun-alun tadi berdiri loji-loji atau rumah gedong yang lumayan mewah ukuran kala itu. Kawasan ini lalu terkanal dengan sebutan Villapark atau taman yang dikelilingi oleh villa-villa keturunan Indis (campuran Eropa dan pribumi).
Sesuai dengan perkembangan era kepemimpinan penguasal lokal kala itu, kawasan ini juga pernah mengalami perubahan nama. Semula dikenal dengan nama alun-alun Balapan lalu Villapark, terus dikenal sebagai Monumen Banjarsari (Monjari) dan sekarang dikembalikan lagi pamor utamanya sebagai Villapark.
Kawasan ini bila digarap sesuai dengan semangat kepariwisataan akan menjadikan pesona yang luar biasa lantaran kawasan ini memiliki pesona historis yang melegenda sampai ke mancanegara berkat keturunan Indisnya yang membangun kawasan tua di sekitar Villapark tersebut. Bahkan salah satu keturunan Indis, Reggie Baay pernah datang ke Villapark khusus untuk mencari asal-usul leluhurnya.***

0 komentar:

Posting Komentar