Rabu, 26 Desember 2012

Galeri Nasional Indonesia

Gedung Galeri Nasional Indonesia terletak di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat, atau tepatnya berada di jembatan penyeberangan antara Galeri Nasional dan Stasiun Gambir. Dulu, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14 ini dikenal dengan nama Koningsplein Cost No. 14.
Menurut sejarahnya, gedung ini dibangun pada tahun 1902 oleh Yayasan Kristen Carpentier Alting Stiching (CAS) yang bernaung di bawah Ordo van Vrijmetselaren, atas prakarsa Pendeta Albertus Samuel Carpentier.
Awalnya, gedung ini dipergunakan untuk sekolah menengah pertama khusus bagi wanita, yang merupakan usaha pendidikan yang pertama di Hindia Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi, penguasaan dan pengelolaan bangunan bergaya arsitektur Belanda ini terus berubah. Bangunan induk yang terletak di tengah bangunan lainnya dan dikenal dengan sebutan gedung CAS (sekarang disebut Gedung A), pernah difungsikan sebagai asrama HBS wanita. Pada tahun 1955, pemerintah Republik Indonesia melarang semua kegiatan yang bernuasa pemerintah dan masyarakat Belanda.


Berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 126/F/1982, tanggal 28 Februari 1982, pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bangunan induk (Gedung A) tersebut kemudian hari difungsikan sebagai Gedung Pameran Seni Rupa. (kini Gedung Pameran Temporer Galeri Nasional Indonesia).
Semenjak 8 Mei 1999 Galeri Nasional hadir sebagai sebuah lembaga museum (Art Museum) dan pusat kegiatan seni rupa. Institusi ini mengemban peran penting dalam meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap karya-karya seni rupa melalui agenda perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan karya-karya seni rupa di Indonesia.
Keberadaan Galeri Nasional Indonesia memberikan peluang bagi masyarakat umum, pelajar dan pecinta seni untuk memanfaatkan sarana yang bermuatan edukatif, kultural dan rekreatif. Galeri Nasional Indonesia semakin penting kehadirannya sebagai salah satu museum seni rupa di Indonesia yang memiliki sekitar 1750 koleksi karya-karya seni rupa.
 ***

0 komentar:

Posting Komentar