Rabu, 26 Desember 2012

Kemdikbud Pamerkan Foto Cagar Budaya dalam Kearifan Lokal

Jakarta, 11 Desember 2012 : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, menyelenggarakan pameran fotografi yang akan berlangsung selama 9 hari yaitu tanggal 11-20 Desember 2012 di Galeri Nasional.
Foto yang dipamerkan merupakan karya para jurnalis dan masyarakat umum yang mengikuti lomba foto Cagar Budaya yang berlangsung sejak 1-30 November 2012. Lomba fotografi diikuti oleh 881 peserta yang terdiri dari kalangan wartawan dan masyarakat umum. Secara keseluruhan telah terkumpul 2.648 foto. Berdasarkan rapat dewan juri telah ditentukan 5 orang pemenang dari kategori umum dan kategori jurnalis.
Drs. Surya Helmi, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, mengatakan  bahwa Lomba fotografi dan pameran adalah upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengapresiasi masyarakat yang turut mendokumentasikan dan memelihara cagar budaya Indonesia. “Foto-foto yang diterima sungguh luar biasa dan mencerminkan kekayaan cagar budaya di Indonesia”, ungkapnya.
Lomba dan pameran fotografi cagar budaya juga dimaksudkan agar masyarakat dapat memetik nilai-nilai luhur dari kearifan lokal yang terkandung dalam cagar budaya Indonesia. Nilai-nilai luhur itulah yang mencerminkan jati diri kita yang sesungguhnya sebagai bangsa yang besar. Masyarakat juga dapat lebih mengetahui, mengapresiasi, menghargai, dan mencintai cagar budaya milik Bangsa Indonesia ini.
Lebih lanjut Surya Helmi menyatakan bahwa Pameran ini juga untuk memperlihatkan kearifan lokal yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya diwujudkan dalam tinggalannya atau yang kita kenal sebagai cagar budaya. “Cagar budaya perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya”, jelasnya. Ditambahkan bahwa pelestarian mencakup aspek perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk kepentingan umat manusia.
“Diharapkan karya-karya fotografi ini akan menginspirasi kita semua, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. Dengan demikian masyarakat dapat turut berperan aktif dalam mengembangkan dan memanfaatkan cagar budaya kita bersama ini karena pelestarian di masa mendatang tentu bukan hanya tangung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” jelas Surya Helmi.
Fotografi sudah memiliki peranan penting sejak awal pelestarian tinggalan purbakala di Indonesia dilakukan oleh Pemerintah Hindia-Belanda. Foto merupakan rekaman otentik dari kondisi dan keberadaan tinggalan purbakala pada waktu tertentu. Selain itu foto juga dapat memberikan penjelasan mengenai jalannya proses pemugaran, seperti pada pemugaran Candi Borobudur. Seringkali juga kerusakan dan kepunahan tinggalan purbakala karena berbagai sebab tidak dapat dihindari, sehingga upaya penyelamatan data melalui catatan dan foto sangat penting untuk dilakukan, atau disebut juga preserve by record.
Kenyataannya, belum seluruh cagar budaya Indonesia terlestarikan dengan baik. Kelangsungan cagar budaya untuk masa mendatang sangat tergantung pada perlakuan kita saat ini terhadap tinggalan tersebut. Upaya pelestarian yang kita lakukan sekarang akan berdampak pada keadaannya Indonesia masa depan.
Pameran foto cagar budaya akan menampilkan 300 foto dari 100 fotografer yang berasal dari lomba fotografi. Pameran ini terbuka untuk umum.

Sumber:
  • Siaran Pers Direktorat Pelestarian CagarBudaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Galeri Nasional pada 11 Desember 2012

0 komentar:

Posting Komentar