Sabtu, 29 Desember 2012

Pasar Baru

Pasar Baru adalah salah satu kawasan perdagangan yang ada di Kota Jakarta. Kawasan perdagangan tersebut berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan catatan sejarah yang ada, kawasan perdagangan ini dibangun pada tahun 1820 ketika Jakarta masih bernama Batavia. Awalnya, kawasan perdagangan ini hanyalah sebuah pasar yang terbentuk dengan sendirinya sebagai pelengkap perniagaan di Weltevreden (kawasan elit Belandan yang terletak antara Senen hingga Gambir). Ketika terjadi penumpasan etnis Tionghoa di Batavia yang dikenal sebagai Peristiwa 1740, etnis Tionghoa diisolir di luar benteng Batavia. Pemerintah Belanda memberlakukan jam malam, etnis Tionghoa tidak boleh tinggal dan hanya diizinkan berada di dalam Kota Batavia pada siang hari. Mereka inilah yang kemudian datang berdagang di Pasar Baru, membentuk komunitas, menjadi pengusaha sukses dan mengendalikan perniagaan di sana.


Konon, nama Pasar Baru diwarisi secara turun-temurun sejak zaman Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), dengan ejaan tepatnya Passer Baroe. Di gapura masuk masih tertera tulisan Passer Baroe, meski masyarakat tetap saja menyebutnya Pasar Baru.
Seorang penulis Amerika, H.W. Ponder, mencatat bahwa kemunculan kawasan perbelanjaan Pasar Baru terkait dengan berakhirnya Kota Tua Batavia bagian utara sebagai kawasan hunian. Karena dibangun di atas lahan reklamasi, dengan jalanan sempit dan begitu banyaknya kanal air yang tidak terawatt, warga Belanda di Batavia bagian utara akhirnya berpindah beberapa mil ke kawasan selatan pada awal 1800 M. Di kawasan ini mereka kemudian membangun daerah baru yang dikenal dengan nama Weltevreden, yang bermakna daerah yang damai atau aman. Sejak Indonesia merdeka, Pasar Baru pada tahun 1930 telah menjadi pusat aktivitas ekonomi Jakarta. *** [071212]

Kepustakaan:

0 komentar:

Posting Komentar