Sunday, July 28, 2013

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman berlokasi di Jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Museum ini merupakan Museum Negeri Provinsi Sumatera Barat yang pengelolaannya di bawah UPTD Museum Nagari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
Museum ini mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan pada 16 Maret 1977 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. DR. Syarif Thayeb, dan hingga kini telah menghimpun sekitar 6.152 koleksi.
Nama Museum Adityawarman diambil dari nama Raja Minangkabau keturunan Majapahit sebagai bukti bahwa rakyat Minangkabau adalah etnik yang terbuka dan mau menerima kepemimpinan untuk kemaslahatan umat. Sebagai Raja Minangkabau di abad XIV Masehi tentang kebesarannya dapat kita ketahui melalui peninggalannya berupa prasasti yang terdapat di Saruaso, Limo Kaum, Pagaruyung dan sebagainya, serta arca Bhairawa (sekarang berada di Museum Nasional Jakarta) dan Candi Padang Roco di Kabupaten Dharmasraya.


Museum Adityawarman memiliki areal lahan seluas 2,6 hektar dengan luas bangunannya sekitar 2.855 m². Museum yang menggunakan arsitektur khas Minangkabau berupa Rumah Gadang ini, merupakan museum budaya terpenting yang berada di Sumatera Barat. Museum tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah seperti cagar budaya Minangkabau, cagar budaya Mentawai dan cagar budaya Nusantara. Untuk menjaga kelestarian koleksi benda-benda bersejarah tersebut, pemerintah setempat membentuk tim kecil yang bertugas sebagai tenaga edukator, konservator, preparator dan pustakawan.
Dari sekitar 6.152 koleksi yang dimiliki museum ini, dikelompokkan kedalam 10 jenis, yaitu Geologika/Geografika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, NumismatikaHeraldika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika.
Koleksi Geologika/Geografika terdiri atas batu-batuan, mineral dan benda-benda alam lainnya (batuan andesit, batu bara, permata) dan alat pemetaan lainnya.
Koleksi Biologika berupa fosil tumbuhan, binatang dan manusia, sedangkan koleksi Etnografika meliputi benda koleksi yang menjadi obyek penelitian antropologi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau gambaran identitas suatu etnis. Seperti Suntiang Kurai yang terbuat dari emas 18 karat, dipakai oleh pengantin wanita pada upacara adat perkawinan di daerah Kurai dan Bukittinggi dan sekitarnya sebagai hiasan kepala. Lalu, Kampie Ameh yang terbuat dari emas 18 karat penuh dengan hiasan ukiran motif flora, tali terdiri dari susunan batu koral, dipakai oleh pengantin wanita pada upacara adat perkawinan di Minangkabau, dan juga keris bersalut emas yang merupakan salah satu kelengkapan pakaian adat penghulu atau rajo di Minangkabau yang dipakai pada upacara adat, serta selendang songket yang berasal dari Pitalah (Kab. Tanah Datar) dipakai sebagai salempang atau tingkuluak sebagai tutup kepala wanita daerah Pitalah dalam berpakaian adat.


Koleksi Arkeologika berupa benda-benda hasil peninggalan zaman prasejarah sampai masuknya budaya barat. Seperti patung Dyani Buddha dan patung Adityawarman. Sedangkan, koleksi Historika berupa benda yang mempunyai nilai sejarah yang meliputi kurun waktu masuknya budaya barat sampai sekarang dan benda tersebut pernah digunakan dalam suatu peristiwa tertentu, seperti pistol dan senapan kuno.
Koleksi Numismatika/Heraldika berupa mata uang yang sah atau tanda pangkat/lambang, benda jasa/stempel, dan lain-lain, seperti uang kertas 100 rupiah tahun 1959 dan stempel Kerajaan Siguntur Dharmasraya.
Koleksi Filologika berupa naskah kuno tulisan tangan yang menguraikan suatu peristiwa penting, seperti Al Qur’an kuno tulisan tangan. Sedangkan, koleksi Keramologika berupa benda-benda dari tanah liat yang dibakar, baik keramik lokal maupun keramik asing.
Koleksi Seni Rupa berupa benda seni yang mengekspresikan pengalaman artistic manusia melalui obyek dua dimensi maupun tiga dimensi, seperti ukiran Siku Kalalawa.
Koleksi Teknologika berupa benda yang menggambarkan teknologi yang menonjol berupa peralatan atau hasil produksi yang dibuat secara massal oleh suatu industri atau pabrik. *** [110713]

1 comments:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 5M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagai mana agar bisa melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu dengan AKI MANGALAH, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi AKI MANGALAH kata Pak.AKI pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 7Miliyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 7M yang saya minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi AKI MANGALAH Di Tlp 0823-3252-5969 Atau Kunjungi Situs AKI https://pesugihanuanggaib55.blogspot.com/ agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin seperti saya coba hubungi AKI MANGALAH pasti akan di bantu Oleh Beliau

    ReplyDelete