Senin, 30 Desember 2013

Sejarah Singkat Desa Malangsari

Desa Malangsari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran rendah, yaitu sekitar 46 meter di atas permukaan air laut. Berdasarkan keadaan geografis desa, curah hujan rata-rata mencapai 157 mm.
Berdasarkan data administrasi pemerintahan Desa Malangsari tahun 2010, jumlah penduduknya adalah 2.936 orang dengan jumlah 654 KK dengan luas wilayah 69,666 hektar. Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani yang didukung oleh lingkungan alam yang menopang pertanian, utamanya adalah sawah beririgasi.
Jarak tempuh Desa Malangsari ke ibu kota Kecamatan Tanjunganom yaitu sekitar 10 kilometer. Sedang jarak ke ibu kota Kabupaten Nganjuk adalah sekitar 21 kilometer.
Secara adminstratif, Desa Malangsari dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Wates. Di sebelah barat berbatasan dengan Desa Getas. Di sisi selatan berbatasan dengan Desa Sumberkepuh dan Desa Kedungombo, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Wates.
Dalam Profil Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, yang disusun oleh Tim Perumus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des) Tahun 2011 – 2015, dikisahkan bahwa Desa Malangsari mulai timbul semenjak pemerintahan Kerajaan Mataram, yang mana waktu itu ada wilayah Kujonmanis yang dipimpin oleh Ki Ageng Paniten. Karena Ki Ageng Paniten dianggap mbalelo terhadap Kerajaan Mataram, maka Kerajaan Mataram mengirim utusan dengan segenap prajurit yang dipimpin oleh Pragolopati. Ketika sampai di daerah Kujonmanis, terjadilah perang.
Seluruh prajurit Kerajaan Mataram merasa kewalahan karena tidak seimbang, akhirnya mundur. Namun, terus dikejar oleh prajurit yang dipimpin oleh Ki Ageng Paniten ke arah barat hingga mendekati Sungai Badog, dan sungai itu menjadikan gerak prajurit Ki Ageng Paniten menjadi terhambat atau dalam bahasa Jawanya dianggap sebagai pepalang, maka akhirnya di tempat kejadian tersebut diberi nama Desa Malangsari.
Peristiwa ini terjadi pada pertengahan abad 18, dan semenjak menjadi Desa Malangsari yang menjadi Kepala Desa pertama dan seumur hidup adalah Tirto Pawiro (1916-1930). Setelah Tirto Pawiro barulah kedudukan kepala desa tidak seumur hidup. *** [091213]

0 komentar:

Posting Komentar