Minggu, 29 Desember 2013

Sejarah Singkat Desa Sumberkepuh

Desa Sumberkepuh merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang, yaitu sekitar 53 meter di atas permukaan air laut. Berdasarkan keadaan geografis desa, curah hujan rata-rata mencapai 2.200 mm.
Berdasarkan data administrasi pemerintahan Desa Sumberkepuh tahun 2010, jumlah penduduknya adalah 11.003 orang dengan jumlah 3.421 KK. Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani yang didukung oleh lingkungan alam yang menopang pertanian, utamanya adalah sawah beririgasi.
Jarak tempuh Desa Sumberkepuh ke ibu kota Kecamatan Tanjunganom yaitu sekitar 10 kilometer. Sedang jarak ke ibu kota Kabupaten Nganjuk adalah sekitar 19 kilometer.
Secara adminstratif, Desa Sumberkepuh dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Sidoharjo. Di sebelah barat berbatasan dengan Desa Kedungombo. Di sisi selatan berbatasan dengan Desa Sugihwaras, Rowoharjo, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Kampungbaru.
Dalam Profil Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, yang disusun oleh Tim Perumus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des) Tahun 2011 – 2015, diceriterakan bahwa Desa Sumberkepuh berawal dari seorang yang bernama Kromodikoro yang membuka daerah tersebut yang sebelumnya berupa hutan. Di tengah hutan terdapat pohon Kepuh. Pohon tersebut tidak ikut ditebang, bahkan dijadikan sebagai penanda bahwa tempat tersebut akan dijadikan lokasi pemukiman.
Tatkala tengah malam, anak bungsu Kromodikoro menangis minta air minum. Karena kala itu sedang musim kemarau maka di tempat penyimpanan air (jun) kosong. Kromodikoro lalu berusaha mencari air kesana kemari namun tidak menemukannya. Akhirnya, Kromodikoro pulang ke rumah dengan tangan hampa, dan kebetulan ketika Kromodikoro menuju ke belakang rumah, ia melihat di dekat pohon kepuh keluar airnya.
Sumber air tersebut lama-kelamaan menjadi besar dan airnya sangat jernih. Semenjak adanya sumber air tersebut, masyarakat banyak yang datang mengambil air untuk keperluan sehari-hari. Lama-kelamaan, yang datang tadi menetap di dekat rumah Kromodikoro guna mendekati sumber air tersebut, dan akhirnya daerah tersebut menjadi ramai. Kemudian daerah tersebut diberi nama oleh Kromodikoro menjadi Desa Sumberkepuh. *** [091213]

0 komentar:

Posting Komentar