Kamis, 30 Januari 2014

Pabrik Sirop Siropen

Saat melintas Jalan Jembatan Merah, pandangan saya tertuju pada plang atau papan berwarna merah maron yang dipelisir warna putih dengan bertuliskan “Pabrik Sirop Siropen ± 100 M” yang dipancangkan di mulut jalan kecil antara gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan Prima Master Bank. Rasa penasaran menggelayuti keingintahuan. Lalu, motor saya belokkan ke jalan tersebut, dan saya parkir di sebelah bangunan kuno kecil tapi berpilar tiga tiang besar.
Di bagian atas pilar bangunan kuno tersebut masih terdapat tulisan asli “Pabrik Limoen J.C. van DRONGELEN & HELLFACH.” Itulah yang kini dikenal umum dengan Pabrik Sirop Siropen lantaran produknya terkenal dengan nama Siropen Telasih.


Pabrik Sirop Siropen terletak di Jalan Mliwis No. 5 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini tidak begitu jauh dengan Hotel Ibis Rajawali karena posisinya berada di belakang hotel tersebut.
Pabrik rumahan yang didirikan oleh J.C. van Drongelen pada tahun 1923 ini merupakan pabrik sirop pertama di Indonesia. Sejak awal berdirinya pabrik ini, Drongelen tidak mau menggunakan metode terbaru padahal saat zaman penjajahan Belanda, bangsa Eropa sudah akrab dengan teknologi modern dan mesin. Tapi memang dengan metode konvensional dalam mempertahankan rasa dan aroma sirop ini yang menjadi salah satu alasan pabrik tetap berdiri sampai sekarang.
Bangunan pabrik ini sempat beberapa kali berpindah tangan. Pada tahun 1942 diambil alih oleh Jepang. Setelah pendudukan oleh Jepang selesai, pabrik dikuasai kembali oleh Belanda hingga ada program nasionalisasi tahun 1958, yaitu semua perusahaan Belanda diambil alih oleh Indonesia. Tahun 1962, diserahkan ke Perusahaan Industri Daerah Makanan dan Minuman yang dilebur menjadi P.D. Aneka Pangan tahun 1985. Akhirnya, pada tahun 2002 masuk PT. Pabrik Es Wira Jatim yang merupakan holding company dari PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur, sebuah BUMD Provinsi Jawa Timur.


Awalnya, produksi pabrik ini terdiri dari limun dan sirup tetapi hingga kini yang masih bertahan hanya sirupnya saja. Sebenarnya nama lengkap dari sirop hasil produksi di pabrik ini adalah Siropen Cap Bulan Telasih tapi di kalangan masyarakat dikenal Siropen saja. Pabrik ini masih berproduksi dalam skala kecil sehingga pengunjung dapat melihat langsung bagaimana nafas industry dari era Belanda ini masih berjalan. Saat ini Siropen meluncurkan dua jenis produk yaitu Siropen Telasih dan Siropen Premium. Sebagai produk yang dikhususkan untuk oleh-oleh khas Surabaya, Sirop Siropen dikemas dengan botol seperti botol wine, dan dilengkapi dengan kota kemasan yang ringan untuk dibawa sebagai buah tangan.
Dulu, sirop ini hanya dikonsumsi oleh kalangan pedagang maupun saudagar yang saat itu menjadi mitra bisnis Belanda selama penjajahan. Sirop ini juga hanya dikonsumsi kalangan menengah ke atas atau tamu kehormatan Belanda saat itu. Namun sekarang, sirop ini sudah dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, bahkan produk khas Surabaya ini telah dibranding sebagai oleh-oleh khas Surabaya. “Reguk segarnya, rengkuh sejarahnya.” *** [180114]

0 komentar:

Posting Komentar