Kamis, 24 April 2014

Kartu-Kartu Pos Perekam Sejarah

Kartu Pos – kartu berukuran kecil dan terbuat dari foto-foto menarik – merupakan perekam sejarah yang jeli. Bukan hanya tokoh besar, peristiwa remeh-temeh pun terungkap lewat kartu pos.
Kartu pos generasi pertama di Indonesia lahir tahun 1874 oleh pos negara, yaitu pemerintah Hindia Belanda. Ukurannya 9 x 12 cm. Awalnya kartu pos tidak dilengkapi gambar, satu sisi kosong digunakan untuk menulis surat, sementara baliknya dipakai untuk menulis alamat penerima dengan prangko yang telah tercetak. Harga pada 1890-an, penerbit-penerbit swasta yang tidak terkait dengan pos negara mulai meluncurkan kartu pos indah bergambar. Kartu-kartu pos itu umumnya berukuran 9 x 14 cm, meski ada juga yang memakai ukuran 10 x 14 cm.
Beberapa hal yang bisa dicatat dari kartu-kartu pos tersebut, dalam hampir seluruh kategori, anak-anak selalu menikmati hidup, apa pun keadaannya, walaupun ada juga di antara mereka yang dipaksa bekerja dan dinikahkan pada usia sangat muda. Perempuan, sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang indah, juga menghiasi banyak bab. Dari rakyat jelata sampai putri kraton, kita dapat melihat kecantikan klasik alami para perempuan di Pulau Jawa dari berbagai suku bangsa. Tak ketinggalan, kesenian pun mendapat tempat khusus dalam kumpulan kartu pos, termasuk kesenian yang mungkin sudah tak dikenali oleh generasi zaman sekarang.
Semua kartu pos diproduksi dari foto-foto karya fotografer ternama dan banyak juga dari fotografer anonym. Sebagian besar di antaranya merupakan karya Kassian Céphas, fotografer pribumi yang pertama, dan putranya, Sem Céphas. ***

0 komentar:

Posting Komentar