Jumat, 29 Agustus 2014

Pabrik Pengolahan Kopi Gunung Gumitir

Berwisata ke Gunung Gumitir yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Jember memiliki banyak keunggulan, seperti wisata alam, budaya, dan sejarah Nusantara. Hanya dengan masuk ke kawasan Café & Rest Area Gumitir, pengunjung bisa menjelajahi keindahan panorama Kebun Gunung Gumitir seluas 200 hektar yang sejuk dan deretan tanaman kopi di perbukitan, menyaksikan aktivitas masyarakat di areal perkebunan kopi, serta melihat pabrik pengolahan kopi tinggalan Belanda.
Pabrik pengolahan kopi yang berada jauh masuk ke dalam perkebunan dan permukiman ini berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut dengan letak koordinat pada 80 16.444ˈ Lintang Selatan dan 113 55.269ˈ Bujur Timur. Cerobong pabrik yang menjulang, memperlihatkan bahwa pabrik tersebut telah berusia tua. Menurut informasi yang ada, pabrik ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda, dan diresmikan pada 13 Agustus 1934. Sesuai dengan lokasi keberadaan pabrik tersebut, maka pabrik yang didirikan tersebut diberi nama “Gunung Gumitir”.


Pabrik Gunung Gumitir ini merupakan pabrik pengolahan kopi dalam industri hulunya, karena keterbatasan mesin yang dimilikinya maka pabrik ini hanya memproduksi olahan kopi dalam keadaan basah. Sehingga, kalau harus menjadi sebuah kopi bubuk harus dibawa ke pabrik yang lebih lengkap fasilitas mesin pengolahannya.
Namun, pengunjung akan terkesima dengan peralatan yang dimiliki oleh pabrik tersebut. Pemandu pabrik akan menyambut pengunjung dengan ramah. Diawali dengan menjelaskan cara sortasi sistem meja di ruangan pertama kali pengunjung disambut untuk masuk ke dalam pabrik, dilanjutkan dengan meninjau ke sejumlah ruangan lainnya. Pengunjung juga diajak melihat catador, sebuah alat untuk memisahkan biji kopi yang baik, biji ringan dan sisa kulit. Sederet dengan catador, terdapat huller yang berfungsi untuk mengupas biji kopi berkulit tanduk dan kulit ari, juga grader yang berguna untuk memisahkan biji kopi sesuai dengan ukuran masing-masing.
Lalu, tidak jauh dari alat-alat tersebut ada raung washer untuk mencuci bersih biji kopi yang telah dikupas kulit buahnya pada pulper. Masuk ke ruang lain, pengunjung diajak melihat mason dryer yang berfungsi untuk mengeringkan kopi Hs basah menjadi Hs kering (kadar air 10,5 persen).


Menurut pemandu, kalau pengunjung bertandang pada musim panen, antara bulan Juli – September, maka pengunjung akan berkesempatan melihat langsung proses pengolahan biji kopi robusta (coffea canephora) dari Kebun Gunung Gumitir. Di luar musim panen, praktis tidak ada kegiatan di pabrik.
Setelah pengunjung dimanjakan oleh keterangan pengolahan kopi serta historisnya, pengunjung akan menyudahi keliling pabrik tersebut melalui pintu belakang yang tembus dengan kantor PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Gunung Gumitir Jember.
Pabrik yang terletak di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ini, dulunya merupakan pabrik pengolahan kopi milik Perusahaan Perkebunan Besar milik Pemerintah Kolonial Belanda, akan tetapi sejak Indonesia merdeka, pabrik ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. Saat dinasionalisasi, tidak serta merta manajemen diganti melainkan masih mempertahankan kepengurusan lama yang didominasi oleh orang-orang Belanda, terutama manajernya. Kini, pabrik tersebut dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkecimpung dalan masalah perkebunan. Pabrik ini berada di lokasi salah satu dari 35 unit usaha kebun yang dikelola PTPN XII di Jawa Timur, dan merupakan pabrik pengolahan yang ada dari 25 unit pabrik pengolahannya. Sedangkan, PTPN XII sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 yang merupakan penggabungan kebun-kebun di Jawa Timur dari eks PTP XXIII, PTP XXVI dan PTP XXIX. *** [100814]

0 komentar:

Posting Komentar