Senin, 15 September 2014

Societeit Jember

Berkesempatan diajak berkeliling di Jember oleh salah seorang staf pengajar di Universitas Jember begitu menyenangkan. Selain mengenal sisi Kota Jember juga berkesempatan mengunjungi gedung Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Jember.
Gedung LPM Univeristas Jember terletak di Jalan Veteran No. 3 Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Lokasi LPM ini tepat berada di belakang Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember.
Menurut informasi yang didapat, gedung LPM ini dulunya adalah Hollandsche Societeit te Djember yang dibangun oleh NV. Landbouw Maatschappij Oud Djember, yang kini menjadi Puslit Koka Jember. Ketika Besoekisch Proefstation Djember ini didirikan, maka di tempat ini juga didirikan sebuah gedung Societeit yang merupakan pusat pertemuan orang-orang Belanda di Kota Jember dan sekitarnya.


Kehadiran Besoekisch Proefstation dan Societeit Jember seiring dengan proses ekspor-impor yang begitu besar di wilayah ini dengan munculnya sejumlah perusahaan perkebunan partikelir di daerah Jember. Kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan jumlah orang dari negeri Belanda semakin tahun semakin meningkat untuk berdatangan ke wilayah Jember ini. Wilayah permukiman orang-orang Belanda kemudian bermunculan di sepanjang jalan protokol Kota Jember, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jalan Gajah Mada. Permukiman di wilayah ini dihuni oleh orang-orang Belanda yang bekerja di berbagai perusahaan perkebunan partikelir dan yang bekerja di instansi pemerintahan kota.
Tak bisa dipungkiri, munculnya permukiman orang-orang Belanda akibat hadirnya sejumlah perusahaan perkebunan milik orang Belanda, dirasa perlu untuk mengakomodir kebutuhan akan tempat berkumpul atau hiburan bagi orang-orang Belanda tersebut. Sebagai realisasi, NV. Landbouw Maatschappij Oud Djember (NV. LMOD) mendirikan Societeit Jember.
Banyak acara yang digelar di Societeit tersebut. Petinggi-petinggi Jember kala itu, seperti Controleur, Asisten Residen, maupun orang penting lainnya kerap mengadakan pesta atau pelbagai acara yang diselenggarakan di Societeit ini. Gedung ini memang dulu menjadi gedung andalan untuk kegiatan ala Barat pada masanya karena segala fasilitas yang dimilikinya, seperti pemutaran film Barat, dansa, bilyar, maupun bowling. Bahkan, pada tahun 1880, Hendrikus Hubertus van Kol, seorang politikus sosialis, pernah berdebat hebat dengan para lawan politiknya yang anti-sosialis di gedung ini. Juga, pada 10 Desember 1910 pernah diadakan rapat umum oleh Vereeniging Besoekisch Proefstation (VBP) atau Perkumpulan Besoekisch Proefstation. Rapat tersebut bersifat wajib dan tertutup, dihadiri oleh delapan administrateur perkebunan, yaitu D. Birnie, T. Ottolander, A.H. Loeff, E. Du Bois, A.H. Clignett, J.W. Folkersma, J. Kroese dan G.G. Schrieke dengan pimpinan rapat D. Birnie.
Tidak salah kemudian manakala berlangsung proses nasionalisasi, gedung Societeit merupakan gedung yang pertama kali diambil alih oleh rakyat Jember. Sebuah tempat yang dianggap manifestasi diskriminasi oleh rakyat Jember.
Sejak itu pula, gedung ini sering mengalami pergantian nama maupun peruntukkannya. Gedung ini pernah menjadi Kampus Universitas Tawang Alun yang menjadi cikal bakal akan berdirinya Univeristas Jember, hingga akhirnya setelah Universitas Jember menempati kompleks gedung yang baru, maka gedung ini dijadikan gedung LPM Universitas Jember sampai sekarang. *** [090814]

0 komentar:

Posting Komentar