Jumat, 09 Januari 2015

Kantor Pos Magelang

Ketika sedang mencari kaca mata plus 1,5 di Jalan Pemuda, terlintas bangunan Kantor Pos di sudut jalan, pertemuan antara Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Sigaluh yang selurus dengan Jalan Alun-Alun Selatan. Bangunan ini menarik mata yang memandangnya karena kekunaannya, peninggalan Kolonial Belanda.
Kantor Pos ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 2 Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi berada di sebelah timur alun-alun, atau sebelah timur laut dari Klenteng Liong Hok Bio. Hal ini dimengerti karena fasilitas kantor pos merupakan elemen kota yang sangat strategis.
Menurut sejumlah literatur, menyebutkan bahwa kantor pos ini diperkirakan dibangun antara tahun 1835 hingga tahun 1845 seumuran dengan kantor pos yang didirikan di Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Madiun, Ngawi, Kediri, Bangkalan dan Sumenep. Diperkirakan bahwa dahulu kantor pos dan telegraf menjadi satu (Post Telegraaf en Telefon Dienst), dan bentangan kawat-kawat telegraf waktu itu menyesaki Jalan Sigaluh sehingga lama kelamaan daerah tersebut dikenal dengan daerah Kawatan.


Cukup banyak perubahan nama dalam sistem pos di Indonesia. Nama Jawatan Pos, Telegraph dan Telepon (PTT) terus dipertahankan hingga tahun 1945.  Pada tahun 1961, Jawatan PTT resmi menjadi perusahaan Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 240 Tahun 1961. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa Jawatan PTT itu kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Pada tahun 1965, PN Postel mengalami pemecahan menjadi Perusahaan Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Perusahaan Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Hal ini bertujuan untuk mencapai perkembangan yang lebih luas lagi dari masing-masing BUMN ini. Pemecahan PN Postel menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ini memiliki legalitas hukum melalui PP Nomor 29 Tahun 1965 dan PP Nomor 30 Tahun 1965.
Pada tahun 1978, PN Pos dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro) berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 1978. Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan bentuk usaha dari sebuah perusahaan Negara menjadi perusahaan umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya PP Nomor 28 Tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan dan pengawasan.
Pada tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero) dengan dikeluarkannya PP Nomor 5 Tahun 1995. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam melayani masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis yang semakin ketat persaingannya. *** [171214]

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    BalasHapus