Wednesday, May 20, 2015

Museum Sejarah Bentoel

Menyusuri daerah pemukiman Tionghoa (Pecinan Malang) yang terdapat di sebelah tenggara dari Alun-Alun Kota Malang atau di sekitar Pasar Besar memang mengasyikan. Lingkungan yang padat hunian dan ramai akan aktivitas ekonomi. Namun, di tengah lingkungan yang padat tersebut bukan berarti tidak ada sama sekali hunian yang berhalaman luas. Sebagai contohnya adalah bangunan bernuansa arsitektur lokal yang di depannya terdapat pohon pudak dan pinus, masih memiliki halaman yang cukup luas. Bangunan tersebut adalah Museum Sejarah Bentoel.
Museum ini terletak di Jalan Wiromargo No. 32 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi museum ini berada di sebelah barat Pasar Besar Malang ± 100 meter.
Menurut informasi yang didapat dari museum, pendirian Museum Sejarah Bentoel tidak lepas dari keberadaan industri rokok yang berkembang di Kota Malang. Perkembangan rokok Bentoel disebabkan penduduk kota sebagai konsumen rokok dan faktor pendukung industri lainnya. Oleh karena itu, atas inisiatif pribadi dari keluarganya Ong Hok Liong, pendiri Rokok Tjap Bentoel, ingin mendirikan sebuah museum sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Bentoel yang berhubungan dengan bidang pendidikan. Bentoel percaya bahwa setiap perusahaan seharusnya berkomitmen untuk menjalankan usahanya secara bertanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan, seperti mitra bisnis, pemerintah, dan lingkungan sekitarnya.


Bentoel mendirikan Museum Sejarah Bentoel dengan menempati bekas rumah milik Ong Hok Liong. Museum ini dibuka untuk umum sejak tahun 1994 dan dikelola sebagai media pembelajaran serta sebagai wujud penghargaan atas sejarah dan budaya. Sebelumnya, yaitu akhir tahun 1970, rumah bersejarah milik Ong Hok Liong ini pernah dibongkar oleh direksi PT. Perusahaan Tjap Bentoel untuk dijadikan bangunan kantor bertingkat, namun rencana tersebut dibatalkan dan rumah lama tersebut didirikan kembali untuk dijadikan museum seperti saat ini.
Museum ini memang pernah mengalami “mati suri” dalam beberapat tahun karena pengaruh internal dalam manajemen Bentoel, yang mengalami beberapa perubahan kepemilikan. Dari perusahaan yang dikelola oleh keluarga hingga lebur ke dalam PT. BAT Indonesia Tbk. Baru pada Kamis, 31 Oktober 2013, museum ini dibuka kembali untuk umum dengan gaya penampilan koleksi yang berubah juga.


Memasuki bangunan museum yang memiliki lebar 12 m dan panjang 16 m yang berdiri di atas lahan seluas 400 m² ini, pengunjung akan bisa menikmati berbagai ruang pamer yang terdapat dalam museum. Pintu utama ada di sebelah timur karena bangunan museum ini menghadap ke timur. Sebelum memasuki bangunan museum, terlebih dahulu pengunjung akan melewati teras. Di teras tersebut, pengunjung bisa membaca plakat yang tertempel di sisi kiri dan kanan dari pintu utama. Plakat yang berada di sebelah kiri dari sudut mata pengunjung, tertulis Selamat Datang dari Museum Sejarah Bentoel, dan plakat di sebelah kanannya bertuliskan panduan berkeliling museum ini dengan disertakan gambar denah dari bangunan museum ini.
Setelah teras, pengunjung bisa melintasi pintu utama untuk masuk ke dalam museum. Di sini, pengunjung dapat membaca perjalanan Bentoel dan melihat barang-barang milik Ong Hok Liong yang terekam dalam Galeri Sang Pendiri. Kemudian, pengunjung dapat melanjutkan ke ruang Galeri Foto yang berisi arsip iklan Bentoel yang diperankan oleh sejumlah bintang film. Ruang Galeri Tembakau dan Cengkeh menampilkan proses peracikan sigaret kretek maupun sigaret filter dari awal berdiri pabrik Bentoel hingga proses yang lebih modern. Usai menyaksikan di dua ruangan ini, pengunjung bisa istirahat dulu di ruang duduk yang berada di antara ruang Galeri Foto dan ruang Galeri Tembakau dan Cengkeh, sambil menyaksikan sepeda onthel milik Ong Hok Liong.
Ruang bagian belakang dari bangunan museum, terdapat tiga ruangan, yaitu: ruang Brand Bentoel, Bentoel Kini, dan Tentang Bentoel Group. Pada ruang Brand Bentoel, pengunjung akan dapat melihat deretan kotak rokok yang pernah diproduksi oleh Bentoel, dan dilanjutkan dengan melihat-lihat di ruang Bentoel Kini. Sedangkan, pada ruang Tentang Bentoel Group, pengunjung bisa menyaksikan kiprah perusahaan Rokok Bentoel dalam perjalananannya selama ini.
Mengakhiri kunjungan di dalam museum ini, pengunjung bisa keluar dari pintu belakang yang langsung menghadap ke taman yang asri di belakang bangunan museum ini. *** [250415]


1 comments:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 5M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagai mana agar bisa melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu dengan AKI MANGALAH, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi AKI MANGALAH kata Pak.AKI pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 7Miliyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 7M yang saya minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi AKI MANGALAH Di Tlp 0823-3252-5969 Atau Kunjungi Situs AKI https://pesugihanuanggaib55.blogspot.com/ agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin seperti saya coba hubungi AKI MANGALAH pasti akan di bantu Oleh Beliau

    ReplyDelete