Rabu, 29 Juli 2015

Waduk Tirtomarto Delingan

Sebelum mengunjungi Waduk Lalung, penulis bersama kedua anak perempuannya terlebih dulu mengunjungi sebuah waduk yang berada di daerah Delingan, Karanganyar. Waduk tersebut bernama Waduk Tirtomarto, atau dikenal luas sebagai Waduk Delingan.
Waduk ini terletak di Jalan Raya Karanganyar-Mojogedang, Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi waduk ini dekat dengan Wana Wisata Gunung Bromo Karanganyar.
Waduk Tirtomarto dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda mulai tahun 1920 dan selesai pada tahun 1923. Waduk ini memiliki elevasi puncak 179 meter, dan mempunyai daerah muka air seluas 47 hektar (normal) dan 50 hektar (banjir) dengan volume efektif 2,07 juta meter kubik serta mampu mengairi areal persawahan seluas 10.000 hektar.


Waduk ini pernah direhabilitasi pada 8 Maret 1999 pada Proyek Pembangunan dan Konservasi Sumber Air (PKSA) Bengawan Solo Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan tubuh bangunan dan pintu pelimpahan air waduk. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kondisi Waduk Tirtomarto dengan daerah tangkapan air (DTA) seluas 1.200 hektar tersebut saat ini cukup memprihatinkan dilihat dari kontinuitas ketersediaan air. Hal ini dikarenakan terjadinya sendimentasi pada waduk yang kurang mendapat penanganan yang serius. Waduk yang semula dapat menyediakan air sepanjang tahun tersebut, sekarang berada dalam kondisi kering pada saat musim kemarau, sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan air ke daerah irigasi persawahan.
Sebenarnya, waduk yang sekarang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), salah satu Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini, memiliki kondisi geografis yang lumayan bagus. Waduk ini dikelilingi hamparan perbukitan serta hijaunya pepohonan dan lahan pertanian yang memberikan kesejukan serta keindahan pemandangan sekitar waduk. Jadi, waduk ini yang semula dibangun untuk mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian di daerah Delingan dan sekitarnya, sesungguhnya bisa dikembangkan untuk kepariwisataan, baik wisata alam maupun wisata olahraga air. Khusus untuk olahraga air, syarat utamanya perlu terjaganya debit air yang cukup banyak. *** [210715]

0 komentar:

Posting Komentar