Sabtu, 08 Agustus 2015

Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kediri

Kota Kediri secara geografis terbelah oleh Sungai Brantas. Diperkirakan dulu, wilayah sebelah barat Sungai Brantas yang sekarang menjadi Jalan Jaksa Agung Suprapto menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda dan area perumahan elit Belanda. Sedangkan, wilayah sebelah timur Sungai Brantas yang sekarang menjadi alun-alun diperkirakan menjadi pusat pemerintahan yang dipegang oleh orang pribumi. Hal ini dtandai dengan adanya bangunan Pendopo Kabupaten Kediri yang berada di timur alun-alun.
Sebagai kawasan pusat pemerintahan, maka di sekeliling alun-alun banyak bermunculan kantor-kantor penunjang pemerintahan tersebut. Salah satunya bangunan lawas yang dulunya untuk mendukung pemerintahan yang berpusat di Pendopo Kabupaten tersebut adalah Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kediri.


Gedung ini terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 143 Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kediri Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada di selatan alun-alun Kota Kediri atau di belakang Dhoho Plasa.
Bangunan gedung DPU tersebut merupakan salah satu bangunan dari sekian bangunan peninggalan masa Hindia Belanda yang masih ada dan cukup terawat. Pada gevel tertulis dengan jelas angka secara vertikal. Dari arah penulis membaca, di sebelah kiri tertulis angka 1929 dan sebelah kanan tertulis angka 1933. Sehingga, diperkirakan gedung Kantor DPU Kabupaten Kediri dibangun pada tahun 1929, dan diresmikan pada tahun 1933.
Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda 1870-1940 (Andi Offset, Yogyakarta, 1996) menulis, bentuk arsitektur kolonial Belanda di Indonesia sesudah tahun 1900-an merupakan hasil kompromi dari arsitektur modern yang berkembang di Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis basah Indonesia. Penggunaan gevel (gable) pada tampak depan bangunan. Gevel adalah bagian berbentuk segitiga dari bagian akhir dinding atap dengan penutup atap yang melereng. Selain itu, ventilasi yang baik dengan dtandai bentuk jendela yang besar dan banyaknya rooster di atas jendela menggambarkan sirkulasi udara dipandang sangat penting.
Bangunan peninggalan kolonial Belanda yang cukup luas ini perlu tetap dipertahankan keberadaannya meski di depannya telah bermunculan plasa maupun department store. Tidak hanya sebagai elemen perkotaan yang bercitrakan heritage tapi sekaligus juga mempertahankan memori sejarah perkembangan Kota Kediri sendiri. *** [240515]

0 komentar:

Posting Komentar