Sabtu, 08 Agustus 2015

Sendang Tirta Kamandanu

Usai mengunjungi Candi Tegowangi, perjalanan dilanjutkan ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang Tirta Kamandanu merupakan situs peninggalan Kerajaan Kediri di masa pemerintahan Prabu Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, pada abad ke-12 silam.
Sendang Tirta Kamandanu terletak di Dusun Menang RT.03 RW.03 Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi sendang ini berada di lingkungan pemukiman yang masih dikelilingi oleh ladang atau tanah persawahan.
Nama Sendang Tirta Kamandanu ini lazim terdengar dalam dunia pewayangan. Sendang adalah kolam alami, sedangkan Tirta Kamandanu memiliki makna sumber mata air yang memberikan kehidupan atau Ainul Hayat. Jadi sesuai namanya, Sendang Tirta Kamandanu ini merupakan kolam alami yang berisikan sumber mata air yang memberikan kegunaan yang beraneka ragam bagi kehidupan makhluk hidup.
Konon, tempat ini merupakan petirtaan (mata air yang dianggap suci) yang digunakan ketika Prabu Jayabaya bertahta. Selain sebagai tempat pemandian, air dari Sendang Tirta Kamandanu ini dipercaya oleh masyarakat sekitar pernah digunakan untuk melukad (mandi dan bersuci) oleh Prabu Jayabaya sebelum melakukan parama mokhsa (kembali menghadap Tuhan beserta dengan raganya).


Semula sendang ini masih sangatlah sederhana. Hanya sebuah sumber mata air yang dikelilingi oleh beberapa pohon besar nan tua, seperti pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon pule (Alstonia scholaris). Namun, setelah dipugar sejak tanggal 26 April 1980 atas prakarsa Yayasan Hondodento Yogyakarta, dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat, situs peninggalan ini memiliki wajah baru. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.016 m² ini menjadi taman yang berbentuk empat persegi panjang dengan pagar keliling berukuran 42 m x 48 m, dan dilengkapi dengan empat buah patung dewa di keempat sudutnya.
Memasuki kompleks situs ini, pengunjung akan melewati halaman yang lumayan luas namun sejuk karena rindangnya pepohonan yang ada. Halaman ini merupakan pelengkap dari situs tersebut sebelum menuju bangunan utamanya. Antara bangunan pelengkap dan bangunan utama ditandai dengan berdirinya gapura utama sebagai Kori Agung yang berbentuk Candi Bentar. Setelah melewati Kori Agung tersebut, pengunjung akan masuk ke dalam lingkungan bangunan utama dari situs tersebut, yaitu sendang yang berupa kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui 3 tingkatan (sumber mata air, tempat penampungan, dan kolam pemandian). Kolam ini dilengkapi dengan pendopo, patung Ganesha setinggi 4,5 myang berpunggungan dengan patung Syiwa setinggi 5 m, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air dan dikelilingi pagar juga.
Bila dilihat dari prospek fisiknya, situs peninggalan Sendang Tirta Kamandanu ini mampu melestarikan sumber mata air, meningkatkan daya guna air dan sekaligus menambah perbendaharaan monumen sejarah di Kabupaten Kediri. Selain itu, melihat banyak pepohonan yang terdapat di dalam kompleks tersebut, situs tersebut juga memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi Taman Hutan Rakyat di kemudian hari. *** [240515]

0 komentar:

Posting Komentar