Jumat, 11 September 2015

Malioboro Indomaret Point

Perjalanan KA Prambanan Ekspres (Prameks) dari Solo menuju Yogyakarta, memakan waktu sekitar satu jam. Penumpang bisa turun di Stasiun Lempuyangan atau Stasiun Yogyakarta. Kedua stasiun tersebut berada di Kota Yogyakarta. Tapi berhubung mau jalan-jalan ke Malioboro maka penulis turun di Stasiun Yogyakarta, karena stasiun tersebut menyatu dengan kawasan Malioboro.
Malioboro merupakan kawasan wisata yang paling digemari oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini disebabkan karena kawasan Malioboro memiliki banyak pilihan bagi wisatawan dalam berplesiran. Selain terkenal akan wisata belanja dan kulinernya, juga banyak destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut. Tak terkecuali deretan bangunan kuno bernuansa kolonial yang masih ada di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Malioboro Indomaret Point.
Malioboro Indomaret Point terletak di Jalan Malioboro No. 123 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Indomaret ini berada di depan Hotel Inna Garuda, atau di selatan Pusat Kosmetik Jakarta.


Malioboro Indomaret Point, atau Indomaret yang berada di Malioboro merupakan salah satu jaringan peritel waralaba di Indonesia yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Sepintas terlihat lazim mengingat Indomaret ada di mana-mana bahkan sudah menjamur. Hampir di setiap daerah di Jawa bisa dijumpai Indomaret. Akan tetapi, Indomaret yang berada di Malioboro ini memiliki pesona tersendiri, lantaran bangunan yang ditempati mempunyai gevel yang khas. Dahulu bangunan berlanggam gevel huis ini cukup banyak dijumpai di Malioboro. Satu bangunan ini di antaranya.
Menurut papan yang dipasang di depan bangunan ini, disebutkan bahwa bangunan ini awalnya adalah Juliana Apotheek (1920an). Di dalam Nieuw Adresboek van geheel Nederlandsch-Indie Nomor 28 tertanggal 1 Januari 1929 pada halaman 22, tertulis Juliana Apotheek-Djokja. Hal ini menunjukkan akan eksistensi apotek tersebut pada waktu itu.
Setelah Indonesia merdeka, dan mampu mengatasi rongrongan dari dalam negeri, pada tahun 1960 pemerintah mengeluarkan kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda yang ada di Hindia Belanda kala itu. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut terdapat perusahaan farmasi yang juga dinasionalisasi. Dari beberapa perusahaan farmasi tersebut akhirnya dilebur menjadi perusahaan farmasi nasional pada tahun 1961. Juliana Apotheek pun akhirnya melebur ke dalam ke dalam Kimia Farma, dan bangunannya yang semula tertulis Juliana Apotheek berubah menjadi Apotek Kimia Farma I.
Seiring perjalanan sang waktu, bangunan tersebut digunakan sebagai minimarket dengan bendera waralaba, Malioboro Indomaret Point. Meski telah berganti beberapa kali dalam peruntukkannya, keaslian bangunan tersebut masih terpancar dalam fasadnya, sehingga wisatawan masih bisa menikmati kekolonialan bangunan tersebut. *** [160815]

0 komentar:

Posting Komentar