Selasa, 29 Desember 2015

Klenteng Poo An Bio Lasem

Klenteng tua kedua yang saya kunjungi di Lasem adalah Klenteng Poo An Bio. Klenteng ini terletak di Jalan Karangturi VII No. 13-15 Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah timur Gedung Balai Kedamaian atau Vihara Maha Karuna.
Klenteng ini diperkirakan berdiri pada tahun 1740. Pada saat itu, permukiman orang Tionghoa yang semula berada di sekitar Sungai Lasem dan sekitar jalan arteri barat-timur, berkembang dan terus meluas ke selatan sampai Sungai Kemendung, Desa Karangturi. Di sebelah utara Sungai Kemendung inilah, Klenteng Poo An Bio didirikan karena keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari komunitas Tionghoa.
Sebuah kebiasaan para moyang orang Tionghoa yang merantau ke luar negeri, mereka selalu membawa patung Kong Tik Cun Ong. Orang Tionghoa percaya, Kong Tik Cun Ong adalah dewa yang suka melindungi orang yang sedang merantau. Patung itu tidak hanya disimpan tapi dipuja. Termasuk para imigran yang merupakan nenek moyang warga Tionghoa Lasem, juga senang memuja patung Kong Tik Cun Ong. Oleh sebab itu, di altar utama adalah Kong Co Kong Tik Cun Ong.


Bangunan klenteng ini menghadap ke selatan atau ke arah Sungai Kemendung. Karena dulu sebelum dibuat Jalan Raya Pos (Grotepostweg) atau dikenal juga dengan Jalan Daendels, Sungai Kemendung ini termasuk salah satu urat nadi transportasi yang ada di Lasem. Setiap hari orang akan lalu lalang di atas Sungai Kemendung yang bertemu dengan Sungai Lasem, kemudian menuju ke Pelabuhan Lasem.
Meski berada di tepi jalan kampung, namun tak mengurangi kemegahan yang dimiliki oleh klenteng ini. Pengaruh konsep yin yang terlihat dari bentuk arsitektur gerbang atau shan men, yaitu berupa susunan 3 bentuk persegi yang simetris di mana pada bentuk persegi bagian tengah lebih tinggi dari bentuk persegi di sisi samping kiri dan kanan, dengan ukuran persegi di sisi kiri dan kanan sama besar.
Ragam hias suatu gerbang atau shan men biasanya berupa 2 buah naga (xing long) yang saling berhadapan dengan mutiara Buddha (huo zhu) di antara kedua naga tersebut, selain itu perletakan singa batu (hanzi) di sisi kiri dan kanan shan men merupakan satu kesatuan dengan gerbang tersebut. Hanya saja shan men yang ada di Klenteng Poo An Bio ini, hewannya tidak terlihat seperti naga.
Menoleh ke kanan setelah melewati shan men, pengunjung akan melihat tempat pembakaran kertas persembahyangan (kim lo) berbentuk seperti botol yang berwarna merah. Kemudian berjalan lurus saja sebelum masuk ke bangunan klenteng, pengunjung akan menemukan hanzi yang didampingi oleh patung dewa penjaga. Tepat di depan pintu utama klenteng, terdapat hiolo (tempat menancapkan hio) yang terbuat dari kuningan.
Klenteng Poo An Bio memiliki beberapa kelebihan, seperti adanya gambar-gambar yang dilukis dengan mo pit, dan menggunakan tinta bak warna hitam. Lukisan tersebut menceriterakan kisah Tiga Negeri yang terkenal dengan nama Sam Kok, yang tokohnya bernama Liu Bei, Kwan Kong dan Zhang Fe. *** [131215]

0 komentar:

Posting Komentar