Senin, 11 Januari 2016

AJBS Home Centre Surabaya

Dari lampu merah BAT menuju Darmokali, menoleh ke kiri terlihat bangunan yang dilihat sepintas seperti sebuah benteng. Karena tampak pintunya yang melengkung lebar laksana pintu benteng pada umumnya. Namun setelah kita berkunjung ke bangunan tersebut, ternyata bukanlah benteng melainkan bangunan lawas yang menjadi swalayan yang menyediakan perangkat keras maupun perabotan rumah. Sesuai tulisan yang ada di gapura, diketahui bahwa nama bangunan tersebut adalah AJBS Home Centre. Gedung AJBS ini terletak di Jalan Ratna No. 14 RT. 06 RW. 01 Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada di selatan Gereja Yesus Kristus Dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, atau di belakang Central Point Mall Ngagel.
Informasi yang diperoleh saat berada di lokasi AJBS, menjelaskan bahwa bangunan yang digunakan oleh AJBS ini dulunya merupakan bekas pabrik bir yang ada di Surabaya. Kemudian, saya cocokkan dengan sebuah foto koleksi Tropenmuseum yang diunggah di dunia maya memperlihatkan bahwa bangunan AJBS tersebut adalah tempat pembuatan bir (bierbrowerij). Koleksi foto tersebut diberi titel Luchfoto van de browerij van Heineken’s Nederlandsch-Indische Bierbrowerij Maatschappij in Soerabaja (foto udara tempat pembuatan bir milik perusahaan bir Hindia Belanda Heineken di Surabaya).


Pabrik bir ini didirikan pada tahun 1930, dan pada tahun 1931 mulai memproduksi bir untuk pertama kalinya dengan nama Java Beer atau Java Brewery. Desain dari bangunan pabrik bir ini menggunakan rancangan Johan Frederik Lodewijk Blankenberg. Blankenberg adalah seorang arsitek Belanda yang banyak menghasilkan karya arsitekturalnya di Hindia Belanda. Ia lahir di Haarlem pada tahun 1888. Setahun setelah menyelesaikan studinya di Delft Technische Hogeschool, Blankenberg bergabung dengan N.V. Ingenieursbureau Bakker en Meyboom di Batavia pada tahun 1915. Kemudian, ia memutuskan untuk menjadi arsitek independen pada tahun 1922. Ia meninggal di Oegstgeest pada tahun 1958.
Menurut sejarahnya, pabrik bir ini milik N.V. Nederlandsch-Indische Bierbrowerijen yang didirikan pada 3 Juni 1929 di Medan. Setelah pabriknya yang berada di Surabaya beroperasi, domisili perusahaan bir tersebut dipindahkan ke Surabaya sesuai keberadaan lokasi pabriknya pada tahun 1936. Pada tahun 1937 dilakukan renovasi pabrik dan perluasan jaringan usahanya, dan kemudian Group Heineken masuk serta sekaligus menjadi pemegang saham utama perusahaan. Hal ini menyebabkan nama perusahaannya pun turut mengalami perubahan menjadi Heineken Indische Bierbrowerijen Maatschappij.


Pada tahun 1949 setelah PD II berakhir, pembuatan bir kembali beroperasi dan bir Heineken kembali dipasarkan. Setelah beberapa kali berganti nama, perusahaan tersebut akhirnya memakai nama PT. Multi Bintang Indonesia dan resmi menjadi perusahaan publik pada tahun 1981. Saham-sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta, dan domisili perusahaan dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta. Pabriknya sudah disiapkan di Tangerang sejak tahun 1972. Sedangkan, pabrik bir yang ada di Surabaya dipindahkan ke Mojokerto pada tahun 1997.
Kisah tempat pembuatan bir di Surabaya pun turut berakhir sudah. Bangunan untuk membuat bir tersebut akhirnya berubah kepemilikannya dan disulap menjadi AJBS Home Centre tanpa mengubah nuansa heritage yang dimiliki oleh bangunan tersebut. AJBS, singkatan dari PT. Anak Jaya Bapak Sejahtera, merupakan anak perusahaan dari PT. Aneka Jaya Baut Sejahtera. PT. Aneka Jaya Baut Sejahtera ini sendiri semula merupakan toko tradisional dan pabrik khusus mur dan baut yang didirikan di Surabaya pada tahun 1966. Setelah 26 tahun, toko itu mulai merambah alat listrik.
Pada 1996 mulai terbentuk ide membuat konsep toko menjadi retail store mur baut dan alat teknik. Kemudian fasilitas ritel itu berkembang menjadi pusat perbelanjaan bahan bangunan, alat teknik dan furnitur, di tengah ketatnya persaingan dengan pelaku usaha sejenis seperti Ace Hardware, Depo bangunan, dan Mitra 10.

0 komentar:

Posting Komentar